Frino Bariarcianur
YOGYAKARTA, Kabarkampus-Sebentar lagi Indonesia akan memasuki era ASEAN Economic Community 2015. Namun persoalannya, banyak perusahaan Indonesia masih belum mampu bersaing dengan perusahaan asing.
Pernyataan ini disampaikan oleh Duta Besar Inggris, Mark Clanning saat menyampaikan kuliah umum bertajuk “UK and Southeast Asia” di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Kamis lalu (06/03/2014).
“Pemerintah Indonesia perlu mengambil kebijakan ekstra hati-hati dalam menghadapi ASEAN Economic Community 2015. Karena perusahaan Indonesia masih sulit bersaing dengan perusahaan dari luar,” kata Mark Clanning di hadapan mahasiswa.
Menurut pandangan Mark Clanning, hal tersebut disebabkan perusahaan Indonesia lebih banyak berkembang di dalam negeri.
Untuk memasuki Asean Economic Community 2015, Mark Clanning menyarankan agar pemerintah Indonesia perlu mempertimbangkan apabila ada penyeragaman mata uang seperti mata urang euro yang berlaku di Uni Eropa.
“Pengalaman saya di Uni Eropa, masalahnya di sana sangat kompleks, butuh waktu lama menyelesaikannya. Sebaiknya nanti dipertimbangkan jika akan diterapkan.”
Meski di satu sisi dinilai kurang, namun Mark Clanning memuji pelaksanaan demokrasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mengalami kemajuan pesat. Pertumbuhan ekonomi di atas 5% dinilai baik dan harus dipertahankan. Kuncinya yakni kondisi keamanan serta pertumbuhan ekonomi itu harus bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan ekonomi dan demokrasi harus sejalan,” kata Mark Clanning.
Dalam kuliah umum, Ia pun memberikan catatan penting di hadapan mahasiswa tentang laju kerusakan hutan dan korupsi masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
Selain itu,“Indonesia juga belum sepenuhnya lepas dari persoalan terorisme.” []






