Frino Bariarcianur

BANDUNG, KabarKampus-Sekitar 50 mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Kaukus Pergerakan Jawa Barat – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (KPJ – PMII) menyatakan Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat (KPU Jabar) telah melakukan manipulasi data saat Pemilu Legislatif 2014 di depan Gedung DPRD Jabar, Bandung, Selasa (29/04/2014). Dalam aksi tersebut mereka menuntut agar KPU Jawa Barat menghitung ulang hasil rekapitulasi suara.
“Manipulasi data ini terlihat dari selisih DPT (Data Pemilih Tetap) dan rekapitulasi penghitungan suara KPUD Jabar. Ada selisih sebanyak 316, 098 suara,” ungkap Ali R, aktivis PMII kepada Kabarkapus.
Lebih lanjut Ali menjelaskan ketidakcocokan data ini juga terlihat dari selisih ketersediaan surat suara sebanyak 322.420 dan selisih data partisipasi pemilih sebanyak 224.430.
“Seharusnya tidak ada perbedaan karena pemutakhiran data pemilih dan rekapitulasi suara dilakukan oleh KPU Jabar. Kami menilai penyelenggaraan Pileg 2014 adalah pemilu yang kriminal dan inkonstitusional.”
Untuk itu KPJ – PMII Jabar menuntut agar Pihak KPU Jabar menghitung ulang seluruh hasil Pileg 2014 di Jawa Barat. Serta meminta kepada Bawaslu Jabar melakukan investigasi terhadap ketimpangan penggunaan surat suara.
Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh KPJ – PMII berjalan tertib. Puluhan aparat keamanan berjaga-jaga di depan gerbang kantor DPRD Jabar. Usai melakukan demonstrasi di depan Gedung DPRD, para aktivis menuju kantor KPU Jabar dengan pengawalan pihak Kepolisian. []






