Ahmad Fauzan Sazli

SURABAYA, KabarKampus – Mobil listrik karya ITS akan melakukan tour mengelilingi pulau Jawa. Kegiatan bertajuk “Tour De Java” ini merupakan salah satu bagian dari serangkaian kegiatan Mobil Listrik Nasional (Molina) di ITS.
Molina ITS ini akan mengelilingi pulau Jawa selama lima hari, mulai dari hari Jumat, (02/05/2014). Rute yang ditempuh adalah lebih dari 800 kilometer, mulai dari Jakarta, Bandung, Tasikmalaya, Purwokerto, Yogyakarta, Madiun, dan berakhir di Surabaya.
Dr Muhammad Nur Yuniarto, dosen pembimbing pengembangan Molina ITS menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk menguji performa mobil listrik ITS di jalan raya. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan sarana berbagi ilmu dunia otomotif kepada siswa SMA dan sederajatnya di wilayah control stop, seperti di daerah Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.
“Di sana kami akan mengadakan pameran dan perlombaan antar siswa SMA,” tuturnya.
Adapun, menurut Nur, mobil listrik ITS yang akan berlaga dalam Tour de Java yakni Ezzy ITS I dan Ezzy ITS II. Keduanya akan dilepas secara langsung oleh menteri pendidikan dan kebudayaan nasional di Jakarta.
Ia menjelaskan, kedua mobil tersebut memiliki perbedaan yang mencolok. Ezzy ITS I menggunakan gear box, sementara Ezzy ITS II tidak menggunakannya.
“Perbedaan inilah yang nantinya akan kami teliti dalam uji coba di lapangan,” ungkapnya.
Selanjutnya Nur menambahkan, beberapa kendala sudah ia prediksi dalam pelaksanaan tur ini. Salah satunya adalah proses isi ulang energi listrik. Proses proses pengisian ulang ini paling cepat tiga jam. Sehingga kemungkinan pelaksanaan Tour de Java bisa lebih lama.
Selain mobil listrik, ITS juga akan menampilkan beberapa karya terbaik ITS lainnya dalam gelaran Tour de Java 2014. Di antaranya ialah mobil Sapu Angin Surya. Mobil ini akan menunjukkan kapasitasnya sebagai satu-satunya peserta asal Indonesia yang berlaga dalam ajang World Solar Challenge Australia beberapa waktu lalu.
Bahkan, guna memeriahkan acara, salah satu panitia World Solar Challenge 2015 juga akan turut serta. Tak hanya itu, mobil hemat energi ITS Lowo Ireng juga akan turut serta. Mobil bergaya sporty ini menjadi bukti dukungan ITS terhadap pengembangan mobil hemat energi yang sedang marak dibicarakan saat ini.
”Mobil ini masih memakai bahan bakar bensin. Namun, mesin yang digunakan jauh lebih rumit dibandingkan dengan ketiga mobil hemat energi sebelumnya,” urai Nur.
Nur berharap tur yang mereka gelar akan berlangsung dengan lancar. Selain itu, ia juga berharap keempat mobil karya sivitas akademika ITS yang akan berlaga dapat menjadi motor pengembangan teknologi otomotif di Indonesia.
“Semoga, seluruh mobil ITS ini dapat turut memajukan pengembangan mobil hemat energi di Indonesia,” tegasnya.[]






