More

    Burkini, Pakaian Renang Khusus Imigran Muslimah di Hobart

    Radio Australia Network

     

    Burkini. Credit ABC
    Burkini. Credit ABC

    Para imigran muslimah di Kota Hobart, Australia, kini tidak perlu sungkan lagi jika ingin melakukan aktivitas seperti berenang. Sebuah pusat sumberdaya migran di kota itu menyiapkan “burkini” – pakaian renang wanita yang memadukan konsep burka dan bikini.

    - Advertisement -

    Migrant Resource Centre menawarkan program renang kepada para imigran yang baru tiba dalam upaya membantu mereka menyesuaikan dengan kehidupan di Australia.

    Ini bukan kursus resmi, kata Sally Thompson dari Migrant Resource Centre, tapi lebih untuk membuat mereka “merasa nyaman di dalam air” sebelum mencoba sesuatu lagi yang lebih menantang.

    “Kita mengadakan permainan dan melakukan latihan tubuh, sedikit tentang dasar-dasar berenang, terutama belajar untuk mengapung,” kata Thomson kepada ABC.

    Bagi banyak imigran, ini adalah pertama kalinya mereka mendapat kesempatan untuk mencoba berenang.

    “Bagi mereka yang berasal dari kamp pengungsi, tidak ada kesempatan untuk belajar berenang atau bermain-main di air,” katanya.

    Peserta kursus adalah para imigran dari berbagai negara yang mencakup berbagai agama dan budaya. Bagi panitia, ini merupakah tantangan tersendiri.

    “Yang jelas kami mempunyai banyak peserta wanita dari latar belakang Muslim, seperti Hazara dan Afghan,” jelasnya.

    “Mereka tidak berpartisipasi dalam program renang karena lingkungannya terdiri dari pria dan wanita.”

    Belakangan pusat tersebut menerima bantuan untuk membeli sejumlah pakaian renang ‘burkinis’, supaya lebih banyak wanita berpartisipasi.

    “Mudah-mudahan ini dapat mengatasi hambatan dan lebih banyak orang akan mengikuti program renang kami,” kata Thompson.

    Pakaian renang yang menutupi seluruh tubuh itu bukan barang baru bagi Australia atau bahkan Tasmania, tapi kalau dapat dengan mudah diperoleh, lebih banyak orang akan ikut berpartisipasi.

    Kedatangan pakaian renang yang unik itu banyak dibicarakan di pusat tersebut dan Thomson berharap ini akan membantu transisi yang mulus.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here