More

    Insinyur Indonesia Terancam Pasar Global

    Mega Dwi Anggraeni

    Azwar Abubakar, Menteri Pendayaguanaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, membacakan orasi ilmiah di Aula Barat Kampus ITB, Jalan Ganeca, Kamis (3/7/2014).
    Azwar Abubakar, Menteri Pendayaguanaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, membacakan orasi ilmiah di Aula Barat Kampus ITB, Jalan Ganeca, Kamis (3/7/2014). FOTO. Mega Dwi Anggraeni

    BANDUNG, KabarKampus –  Peran para insinyur di Indonesia akan terancam dalam persaingan pasar bebas ASEAN yang akan diberlakukan mulai 2015 mendatang. Hal tersebut dikemukakan oleh   Menteri Pendayaguanaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Azwar Abubakar, di Aula Barat Kampus ITB, Jalan Ganeca, Kamis (3/7/2014).

    Azwar menilai, hingga saat ini Indonesia masih kekurangan jumlah insinyur profesional, dengan kualifikasi yang diakui secara internasional. Menurutnya, hal tersebut akan berpengaruh pada persaingan di lapangan kerja saat pasar bebas ASEAN mulai diberlakukan.

    - Advertisement -

    “Apabila permasalahan kekurangan SDM ini tidak bisa segera diatasi, maka dampaknya akan terjadi pada para insinyur yang ada,” katanya.

    Hal tersebut, tambahnya, disebabkan oleh para tenaga kerja asing yang memiliki keahlian dengan standar yang lebih baik bisa mengisi lapangan pekerjaan yang tersedia dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

    Padahal, menurut Azwar, Indonesia memiliki dua keunggulan di sektor SDM. Yang pertama adalah jumlah penduduknya yang cukup banyak dan yang kedua , kebanyakan penduduk Indonesia berusia muda atau produktif.

    Bukan hanya itu, Azwar juga menyebutkan daya saing kesiapan teknologi di Indonesia juga masih rendah. “Hal tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih banyak diperoleh dari sektor jasa dan perdagangan,” ujarnya.

    Menurutnya, dua hal tersebut menjadi PR besar bagi pemerintah. Azwar mengatakan, pemerintah harus lebih bekerja keras memanfaatkan keunggulan SDM dengan meningkatkan kemampuan mereka untuk mengembangkan teknologi.

    “Penggunaan teknologi perlu terus didorong untuk meningkatkan kualitas kehidupan bangsa. Keunggulan SDM kita harus dimanfaatkan untuk mengembangkan teknologi dalam pembangunan, melakukan inovasi teknologi dari berbagai bidang, termasuk sikap mental dan pola pikir yang baik,” jelasnya.

    Dalam Peringatan 94 Tahun Pendidikan Tinggin Teknik di Indonesia, Azwar tidak hanya membacakan orasi ilimiahnya. Tetapi dia juga menerima penghargaan “Ganesa Prajamanggala Bakti Adiutama” dari ITB. Penghargaan tersebut diberikan kepada orang dari luar Kampus ITB yang dianggap sudah berjasa dan memberikan sumbangsih kepada ITB.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here