More

    Narapidana Australia Desak Mendapatkan Hak Euthanasia

    ABC AUSTRALIA NETWORK

    Terpidana seumur hidup dalam kasus pembunuhan, Frank van den Bleeken berhasil mendapatkan hak untuk mati ditangan dokter penjara oleh Pengadilan Belgia. FOTO : AFP
    Terpidana seumur hidup dalam kasus pembunuhan, Frank van den Bleeken berhasil mendapatkan hak untuk mati ditangan dokter penjara oleh Pengadilan Belgia. FOTO : AFP

    Louise Crealy
    Tokoh kampanye euthanasia Philips Nitschke mendesak agar narapidana yang tidak memiliki harapan untuk dibebaskan agar dibolehkan melakukan opsi euthanasia.

    Desakan ini muncul setelah pengadilan Belgia meloloskan permohonan untuk melakukan euthanasia dengan bantuan dokter yang diajukan oleh seorang narapidana kasus pembunuhan, Frank van den Bleeken .

    - Advertisement -

    Van den Bleeken tercatat pernah dibebaskan dari hukuman penjara pada usia 21 tahun atas kasus pelecehan seksual dan kemudian memperkosa dan membunuh seorang gadis berusia 19 tahun.

    Ia kemudian dibebaskan lagi 7 tahun kemudian dan kembali dibui dalam jangka waktu beberapa pekan saja karena menyerang 3 orang, termasuk gadis berusia 11 tahun.

    Dia kemudian dihukum selama 23 jam setiap hari didalam sel kecil di dalam penjara.

    Van den Bleeken kini dibolehkan untuk memilih mengakhiri hidupnya ditangan dokter penjara daripada menghadapi kondisi yang digambarkannya sebagai penyiksaan psikologis yang tak terperikan sepanjang hayat di penjara.

    Keputusan Pengadilan Belgia ini seperti membuka jalan bagi 15 permintaan serupa dari rekan-rekan sesama penghuni penjara, oleh karena itu keputusan itu disambut baik Dr. Nitschke.

    “Ketika pertama kali mendengar ada narapidana yang dibolehkan untuk mengajukan permohonan untuk meninggal dengan cara terhormat dan damai, saya merasa sangat senang dalam arti permohonan itu merupakan sesuatu yang selama ini saya yakini – kalau orang yang dipenjara dalam waktu yang tidak terbatas dan tentu saja dalam hal ini seperti kasus yang dialami Bleeken, maka dia harus diberikan hak untuk melakukan euthanasia,” kata Nitschke kepada program AM ABC.

    Dr Nitschke mengatakan pilihan yang sama harusnya juga diberikan kepada sesama narapidana yang menjalani hukuman tanpa batas di Australia.

    “Dalam pandangan saya Australia tampaknya tidak hanya siap memenjarakan orang selamanya dalam keadaan tertentu, tetapi juga siap untuk mencoba dan memaksimalkan penderitaan orang-orang, dan menurut saya kondisinya tidak harus selalu seperti itu, setidaknya kita bisa menawarkan opsi bagi narapidana yang malang itu pilihan untuk meninggal dengan cara yang damai,”

    “”Bagi saya, kondisi seperti ini sama saja dengan penyiksaan dan saya pikir itu euthanasia merupakan suatu kondisi dimana negara tidak harus terlibat dalam pengambilan keputusannya. Kami telah memiliki beberapa contoh di sini.

    “Saya dihubungi oleh Jonothan Horrocks, seorang narapidana seumur hidup di Penjara Barwon, lebih dari satu dekade lalu yang bertanya kepada saya mengenai opsi euthanasia bagi para terpidana,”

    “Ada juga narapidana di penjara di Australia Selatan, pembunuh Snowton yang sudah diputuskan untuk tidak akan pernah mendapatkan kesempatan untuk bebas dan bahkan baru-baru ini dia juga tidak dibolehkan untuk mengakses komunikasi dasar dengan sahabat pena di negara lain oleh negara.”

    Tokoh kampanye euthanasia yang kontroversial ini kembali menjadi sorotan pada akhir pekan ini menyusul terkuaknya laporan yang menunjukkan ia akan diselidiki oleh polisi di setiap negara bagian Australia atas perannya pada hampir 20 kematian selama tiga tahun terakhir.

    Dr Nitschke menepis kontroversi itu sebagai resiko dari pekerjaannya.

    “Saya menjalankan sebuah organisasi yang tujuannya adalah untuk memastikan bahwa orang dapat mengakses kematian yang damai pada saat yang mereka pilih,” katanya.

    “Jadi kabar kontroversi itu tidak mengejutkan, saya kira, banyak anggota kami yang mengambil kesempatan itu.”[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here