Penyebab terisolasinya individu ini menurutnya, adalah akibat teknologi. Banyak orang yang terlalu sibuk melihat layar telepon mereka.
Jarang sekali diantara mereka yang menyapa atau memberikan senyum satu sama lain.
Worsman juga baru saja menulis sebuah artikel mengenai kesendirian dan kesepian menjadi penyebab utama depresi di negara-negara barat.
“Saya mengatakan pada teman saya, ada sesuatu yang salah,” ujar Worsman. “Bagaimana bisa di dunia yang berisi 7 juta orang tapi merasa kesepian?”
Pengamatannya dan percakapannya ini membuahkan ide.
Ia ingin memotret jutaan senym dari seluruh dunia dengan harapan membawa kembali kebahagiaan pada kehidupan orang-orang.
Dalam 18 bulan terakhir, ia telah mengumpulkan cerita-cerita dari seluruh dunia.
Cerita-cerita ini banyak menceritakan kisah dari orang-orang yang menemukan kebahagiaan, yang mungkin akan ia ceritakan juga dalam situsnya, A Million Smiles website.
Sudah banyak kisah-kisah yang ia temukan.Dari seorang petugas keamanan di Sri Lanka hingga seorang anak dengan satu kaki di Myanmar yang senang bermain sepakbola.
“Kita merekam gambar dari orang-orang atau beberapa ide dan tempat yang menjelaskan apa sebenarnya kebahagiaan dalam hidup itu.”
Worsman telah mengumpulkan hingga 40 ribu foto dan cerita sebagai persiapannya meluncurkan situsnya pada hari Selasa (2/09).
Ia berharap jika situsnya nanti akan mendukung orang-orang untuk menghargai hal-hal positif dalam kehidupan mereka. Dan tentunya ini menjadi alasan agar lebih banyak orang yang tersenyum.







