More

    Pria Bersenjata Pisau Ancam Murid Sekolah Islam di Sydney

    ABC AUSTRALIA NETWORK

    Sekolah Al Faisal College di Sydney. FOTO : ABC AUSTRALIA NETWORK
    Sekolah Al Faisal College di Sydney. FOTO : ABC AUSTRALIA NETWORK

    Seorang pria bersenjata pisau mendatangi sekolah Islam Al Faisal College di daerah Minto, Sydney, Australia, Kamis (25/9/2014) siang, dan melontarkan kata-kata ancaman dan penghinaan di depan staf dan murid-murid di sekolah itu.

    Menurut Inspektur Robert Monaghan dari kepolisian setempat, pihaknya mendapat kabar bahwa seorang pria memasuki sekolah dengan membawa pisau.

    - Advertisement -

    “Pria itu kemudian berbicara kepada seorang staf perempuan, dan tidak lama kemudian meninggalkan lokasi,” katanya.

    “Kami telah mencari di sekitar lokasi namun tidak berhasil,” kata Monaghan tanpa merinci apakah polisi akan terus mencari pelaku.

    Pria tersebut diidentifikasi oleh saksi di lokasi kejadian sebagai berperawakan orang dari negara Pasifik, berusia sekitar 20-an tahun dan berbadan gemuk.

    Meskipun polisi tidak mengungkap apa kata-kata ancaman dan penghinaan yang dilontarkan pria itu, namun menurut Marian Veiszadeh dari Islamophobia Register Australia, pria itu “bertanya apakah ini sekolah Islam”.

    “Setelah dijawab iya oleh staf, pria itu kemudian melontarkan ancaman dan caci maki tidak senonoh sembari berteriak,” jelas Marian.

    Dia menjelaskan, sejumlah murid yang kebetulan menyaksikan kejadian itu, segera berlari ke aula dan “secara histeris dan penuh ketakutan menyampaikan kejadian ini kepada staf dan murid-murid lainnya.”

    “Menurut informasi yang saya terima, segera setelah itu ada pengumuman untuk memastikan semua orang aman, sekolah ditutup untuk sementara,” kata Marian.

    Salah satu orang tua murid, Salma Koya, mengaku tidak ingin cucunya yang bersekolah di Al Faisal College tidak masuk sekolah gara-gara kejadian ini.

    “Mereka harus memberanikan diri, harus percaya pada pertolongan tuhan, dan tetap pergi sekolah,” katanya.

    “Saya tidak ingin mereka ketakutan pergi sekolah gara-gara kejadian ini,” tambah Salma.

    Seorang saksi mata, Saida Hayder, yang tinggal di seberang sekolah, mengaku ketakutan setelah kejadian itu.

    Sekolah ini didirikan sejak tahun 1998, sebuah sekolah independen yang mengasuh pendidikan sejak TK hingga SMA. Sementara itu, dua remaja Sydney telah dituntut ke pengadilan dengan tuduhan berteriak-teriak ke sekolah Kristen Maronite College pekan lalu.

    Polisi menuduh mereka meneriakkan kata-kata anti Kristen dari atas mobil ketika berada di depan sekolah tersebut.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here