More

    Teliti Kulit Singkong, Mahasiswi ITS Jadi Pembicara di Perancis

    Yurike Ika Cahyo, mahasiswa Jurusan Kimia ITS. (ITS)
    Yurike Ika Cahyo, mahasiswa Jurusan Kimia ITS. (ITS)

    SURABAYA, KabarKampus – Berkat penelitianya mengenai kulit singkong, seorang mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) terbang ke Perancis. Ia ke Perancis untuk menjadi pembicara dalam gelaran tahunan Olimpiade Karya Tulis Ilmiah (OKTI) yang digelar di penghujung tahun 2015.

    Mahasiswi tersebut adalah Yurike Ika Cahyo, mahasiswi Jurusan Kimia ITS. Mahasiswi yang akrab disapa Ike ini mempresentasikan penelitian berjudul “Adsorbtion Activity of Cassava Peel as Chromium Metal Bioabsorbent in Electroplating Waste”.

    Topik tersebut diangkat, karena banyaknya penggunaan alat yang dilapisi logam kromium untuk menghindari korosi seperi karat. Sementara kulit singkong ia pilih karena berguna untuk menyerap logam berat kromium di limbah otomasi industri pelapisan logam atau elektroplating.

    - Advertisement -

    “Limbah yang dihasilkan dari electroplating tentu semakin meningkat. Karena itu diperlukan metode untuk menyerap limbah logam tersebut,” terangnya.

    Menurut Ike, salah satu caranya adalah menggunakan metode bioabsorben. Metode ini diperoleh dari bagian kulit singkong berwarna putih yang mengandung selulosa tinggi. Karena kandungan selulosa berfungsi mengikat logam berat yang ada di electroplanting.

    “Kulit singkong juga belum dioptimalkan penggunaanya apalagi bisa ditemukan di seluruh tempat dan berlimpah,” ujar Ike sembari tersenyum.

    Ike menjelaskan, penelitiannya terbagi menjadi analisa kadar logam berat kromium, pembuatan bioabsorben kulit singkong. Kemudian, dilanjutkan dengan menganalisa kadar kromium di limbah electroplating setelah proses adsorpsi menggunakan bioabsorben.

    Ike menuturkan bisa ke Perancis setelah mengumpulkan makalah dan dinyatakan lolos sebulan sebelum keberangkatan. Ia mengaku ia sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan tersebut. Karena sama sekali tidak pernah berpikir untuk ke sana.

    “Negara Perancis tidak sedikit pun terlintas sebelumnya namun saya bersyukur ternyata rencana Allah sangat indah dan diluar ekspektasi saya,” ungkapnya haru.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here