
SUKABUMI, KabarKampus – Indonesian menjadi Negara pengekspor manggis kelima terbesar di dunia, setelah India, Kenya, dan Thailand. Sekitar 25 persennya dieskpor ke beberapa Negara seperti China, Hongkong, Thailand, Vietnam, Singapura, Malaysia, Arab Saudi, Kuwait, Oman, Qatar, Amerika, Australia, Prancis, dan Belanda.
Hal ini seperti diungkapkan Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian saat melepas ekspor manggis sebanyak 92 ton dari Sukabumi, Jawa Barat ke Tiongkok. Pelepasan ekspor dilakukan pada acara Apresiasi Kementerian Pertanian terhadap kinerja ketahanan pangan di Kabupaten Sukabumi dalam rangka mendukung program Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045, Kamis (21/02/2019).
Melansir data BPS, volume ekspor manggis pada 2018 sebesar 38.830 ton, naik 324 persen dibandingkan 2017 yang hanya 9.167 ton. Sedangkan nilai ekspor 2018 tersebut mencapai Rp 474 miliar naik 778 persen dibandingkan 2017 Rp 54 miliar.
“Ini merupakan peningkatan yang sangat besar. Karena kami membuat akses langsung pasar dari Indonesia ke China, Hongkong, dan berbagai negara tujuan lainnya. Dulu transit dulu ke Malaysia, baru ke negara tujuan eksopor. Itu point pentingnya. Artinya apa? Kesejahteraan petani meningkatkan karena added value (nilai tambah) dinikmati petani,” papar Amran.
Komoditas sektor pertanian naik
Amran mejelaskan, sektor pertanian tidak hanya mencakup komoditas padi dan jagung, namun juga sektor pertanian lainnya yang`mencapai 460 komoditas. Jumlahnya pun naik dari tahun ke tahun.
Secara keseluruhan dari 2016 hingga 2018 naik 29 persen. Nilai ekspor 2016 sebesar Rp 384,9 triliun, sementara pada 2018, angkanya naik menjadi Rp 499,3 triliun.
“Kemudian ada yang menarik jarang terekspor yakni kurun waktu empat tahun terakhir, produk domestik bruto (PDB -red) sektor pertanian terus mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Tahun 2014 sebesar Rp 906,1 Triliun dan di 2018 meningkat menjadi Rp 1.460 triliun, sehingga naik kurang lebih Rp 470 sampai Rp 500 triliun,” beber Amran.
Ia juga mengungkapkan, akumulai kenaikan PDB sektor pertanian 2014 hingga 2018 yakni Rp 1.370 triliun, lebih dari separuh APBN per tahun. Dengan demikian terjadi kenaikan PDB sektor pertanian sangat tajam selama pemerintahan Jokowi-JK.
“Ini kenaikan yang luar baisa, kenaikan yang sangat tajam yang dilakukan pemerintah terhadap petani. Ini yang harus diketahui publik. Jangan dipersepsikan bahwa pertanian itu cuma beras, jagung. Di situ persoalannya. Padahal ada 460 komoditas pertanian,” tegas Amran.[]






