More

    Kampanye “Membumi” Ala Relawan Jokowi Alumni Unpar

    Lukman Nurhakim, Sekjend Parjo.

    BANDUNG, KabarKampus – Mendekati Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, masing-masing calon presiden dan wakil presiden telah menyiapkan strategi untuk memenangkan persaingan tersebut. Tak terkecuali relawan pendukung kedua pasang Capres dan Cawapres.

    Salah satunya adalah Parjo alias Parahyangan Keur Jokowi, relawan alumni Universitas Parahyangan. Relawan yang mendeklarasikan diri pada 13 Januari 2019 lalu ini mengusung strategi “membumi” di masyarakat dan menjauhi kampanye negatif.

    “Misi kami adalah memenangkan Jokowi dan Ma’ruf Amin. Namun kami tetap mengedepankan nilai-nilai kampus yang membumi di tengah masyarakat dan sebisa mungkin melakukan kampanye positif, smart, dan tidak membuat propaganda hoax,” kata Lukman Nurhakim, Seketaris Jenderal Parjo dalam kegiatan Orasi Kebangsaan “Suara Kebangsaan Lintas Generasi 2019” di Bandung, Kamis, (22/02/2019).

    - Advertisement -

    Menurut alumni jurusan Administrasi Publik Unpar ini, dalam memenangkan Jokowi, mereka membuat kegiatan-kegiatan yang menyentuh di masyarakat. Seperti membuat pelatihan memasak, membuat kue, handycraft dan sebagainya.

    Pelatihan itu, kata Lukman telah gelar di sejumlah kawasan di Bandung Raya. Dalam pelatihan, selain mengenalkan kinerja Jokowi juga dapat menumbuhkan masyarakat berwirausaha.

    “Kami ingin menyentuh masyarakat melalui aksi door to door seperti yang sudah kami lakukan itu,” ungkap Lukman.

    Parjo melawan hoax

    Lukman tak memungkiri, Pilpres 2019 ini banyak sekali kampanye hitam dan berita hoax. Namun Parjo tak akan menanggapi kampanye seperti itu. Mereka tidak akan ikut melakukan kampanye hitam, pembunuhan karakter, dan sebagainya.

    “Kalau kampanye seperti itu ditangapi dengan emosi semua akan kembali emosi. Makanya kami menekankan kepada relawan agar menanggapinya dengan cara yang santun dan santai,” tegas Lukman.

    Bagi Lukman, ketika mereka memberikan informasi positif, masyarakat akan menilainya sendiri. Namun akan akan menjadi tidak berbeda, bila mereka juga melakukan kampanye hitam. Sehingga, kampanye yang paling penting adalah turun ke jalan menginformasikan hasil kerja Jokowi.

    Sasar Milenial

    Lukman mengungkapkan, selain menyasar masyarakat umum, mereka juga merangkul kalangan milenial. Mereka mendekati kalangan milenial yang ada di media sosial dengan memanfaatkan desain dan komik.

    “Isi desain dan komik itu santai dan tidak tendensius. Inilah kampanye positif untuk milenial yang lebih banyak di medsos,” jelas Lukman.

    Bentuk lainnya, kata Lukman adalah menyelenggarakan orasi kebangsaan ini. Mereka ingin menyerap aspirasi kalangan kalangan milenial, selain juga merangkul kalangan minoritas.[Adv]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here