More

    Tempat Belajar Barista Bagi Tunanetra Hadir di Bandung

    Para peserta pelatihan barista mencoba menggunakan salah satu alat pembuat kopi di ruang pelatihan barista, Balai Wiyataguna, Bandung, Rabu, (13/03/2019). Foto : Fauzan

    BANDUNG, KabarKampus – Penyandang tunanetra yang ingin menjadi barista alias peracik kopi saat ini boleh bersenang hati, sebab telah ada tempat pelatihan barista khusus penyandang tunanetra. Lokasinya ada di Balai Netra Wiyataguna, Jalan Padjajaran, Bandung.

    Tepat pelatihan barista Wiayataguna dibuka kemarin, Rabu, (13/03/2019). Tempat ini merupakan hasil kerjasama antara Balai Sensorik Netra Wiyataguna dan Siloam Center Of The Blind dari Korea.

    “Dengan adanya tempat latihan barista ini, kami ingin meningkatkan kapabilitas penyandang disabilitas netra, untuk bisa mendapatkan keterampilan hidup,” kata Sudarsono, Kepala Balai Sensorik Netra Wiyataguna, Rabu, (13/03/2019).

    - Advertisement -

    Menurut Sudarsono, pelatihan barista kepada tunanetra ini akan berjalan tiga tahun ke depan. Mereka akan membagi kelas setiap empat bulan. Kemudian pihak Korea juga bakal membantu membuatkan kafe dan memperkerjakan mereka.

    “Ini sebuah peluang yang baik untuk pengembangan rehabilitasi sosial tingkat lanjut,” ungkap Sudarsno.

    Sementara untuk biaya pelatihan, seluruhnya ditangung pihak Korea. Mereka juga mendatangkannya langsung tenaga pengajar barista dari Korea.

    “Para instruktur merupakan barista itu sudah berpengalaman di Korea, bahkan pernah mengembangkan program tersebut di Korea, Mongolia dan lain sebagainya,” ungkap Sudarsno.

    Bagi Sudarsono, momentum ini juga bertepatan dengan tumbuhnya kafe di Bandung. Teman-teman tunanetra ke depan akan mewarnai berkembangan kafe tersebut dengan racikan kopi yang tidak kalah pentingnya bagi konsumen.

    Sehingga nanti para tunanetra tidak bekerja di tempat khusus, namun juga bisa bekerja di Kafe atau tempat umum. Menurut Sudarsono, ini menjadi momentum penting, karena akan menjadi proyek perdana di Indonesia.

    Barista, Alternatif profesi tuna netra

    Sementara itu, Zaelani (27) salah satu peserta pelatihan barista mengaku senang bisa menjadi salah satu peserta pelatihan barista angkatan pertama. Apalagi yang ia ketahui dari luar menjadi seorang barista itu mahal. Namun di Wiayaguna gratis dan pelatihnya langsung dari Korea.

    Baginya, kesempatan ini merupakan peluang berprofesi lain selain menjual jasa pijat. Ia berharap ke depan, bisa menyerap semua ilmu barista. Selain itu bisa bekerja selain pijat seperti yang telah dijanjikan.

    “Biasanya keluar dari Wiyataguna cuma bisa pijat. Karena sebelumnya cuma diajarin pijat. Nanti saya bisa bekerja selain menjual jasa pijat,” kata Zaelani yang mengalami low vision ini.

    Saat ini telah ada sebanyak delapan peserta pelatihan barista di Wiyataguna. Namun sebelum memberikan pelatihan kepada mereka, pihak Korea bakal melatih trainer dari Indonesia untuk kemudian dilanjutkan melatih para barista tunanetra.[]

    - Advertisement -

    1 COMMENT

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here