Yuli Pujihardi selaku Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa hadir untuk berbagi pengalaman selama berkarir di Dompet Dhuafa. Dok. Istimewa
SEMARANG, KabarKampus – Dompet Dhuafa mengajak para mahasiswa mengejar keberkahan dalam mengejar karir atau profesi. Profesi dan ranah kontribusi yang mendatangkan keberkahan adalah pekerjaan yang membawa kebermanfaatan bagi orang lain,
Hal tersebut disampaikan Yuli Pujihardi, Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa, dalam acara puncak Future Leader Camp (FLC) 2019 di Semarang, Sabtu, (30/03/2019). Yuli menyampaikannya di hadapan ratusan aktivis mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia.
Yuli bercerita, awal mula ia bergabung di Dompet Dhuafa, tak pernah terbayangkan lembaga tersebut akan tumbuh menjadi seperti sekarang. Bahkan ketika awal mula bergabung, pihak keluarga sempat mempertanyakan alasannya bergabung di lembaga kecil seperti Dompet Dhuafa.
- Advertisement -
Namun, Yuli meyakini nilai-nilai yang menjadi pondasi berdirinya Dompet Dhuafa. Sehingga ia tetap teguh memilih bergabung dan berkarir di Dompet Dhuafa. Baginya, Dompet Dhuafa yang menyantun dhuafa menjadi penguat baginya bahwa ketika ia menolong orang lain maka Allah pasti akan menolongnya.
“Carilah profesi dan ranah kontribusi yang mendatangkan keberkahan.” Nasehat Yuli kepada para peserta.
Oleh karena itu, Yuli mengajak generasi muda saat ini juga mempertimbangkan aspek keberkahan dalam setiap pilihan karirnya. Kontribusi yang mendatangkan keberkahan adalah pekerjaan yang membawa kebermanfaatan bagi orang lain.
Sementara itu, Arif Budiman, Direktur PT Danareksa Persero, salah satu pemateri dalam acara tersebut juga mengajak anak-anak muda Indonesia membuat lompatan-lompatan inovasi baru yang bisa membuat Indonesia mampu melakukan percepatan pertumbuhan ekonomi malampaui negara-negara lainnya di dunia. Ia yakin anak muda memiliki energi besar untuk menguatkan Indonesia di masa mendatang.
“Jangan berhenti menjadi kuat di berbagai bidang, karena muslim yang kuat lebih disukai daripada muslim yang lemah” tutupnya.
FLC 2019 merupakan rangkaian acara yang disusun untuk memberikan pembekalan kepemimpinan bagi 75 aktivis terpilih dari 22 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) Dompet Dhuafa Pendidikan dari seluruh Indonesia. Antara lain UI, UNJ, IPB, UNPAD, UPI, ITB, UGM, UNY, UPN Veteran Yogyakarta, UNS, UNSRI, UNTAN, UNAIR, ITS, UNESA, UPN Veteran Jawa Timur, UNNES, UNDIP, UB, UM, UNAND, dan UNP.
Selain Yuli Pujihardi dan Arief Budiman, Puncak acara FLC 2019 juga menghadirkan tokoh-tokoh nasional sebagai narasumber antara lain Mursida Rambe (Tokoh Perubahan Republika 2016), Coach Indra Sjafri (Pelatih sepak bola Timnas U-22 dan U23), Djohari Zein (Komisaris JNE dan Founder Paxel), Bima Laga (Associate Vice President Bukalapak) serta Prof. Dr. Yos Johan Utama (Rektor Universitas Diponegoro) sebagai keynote speaker.[]