More

    CEO Bukalapak Jadi Anggota MWA ITB

    Achmad Zaky, Ceo Bukalapak. Foto : Fauzan

    JAKARTA, KabarKampus – Achmad Zaky, CEO Bukalapak masuk jajaran pengurus Majelis Wali Amanat Institut Teknologi Bandung (MWA ITB) periode 2019-2024. Ia masuk sebagai pengurus MWA sebagai perwakilan masyarakat bersama dengan tiga anggota lainnya yaitu Prof. Dr. KH. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, Dr. (HC)  Dra Nurhayati Subakat, Apt., Ir. Yani Panigoro.

    Bos Bukalapak ini mengikuti Sidang Pleno MWA ITB perdana bersama 14 pengurus lainnya di Gedung D, Kemenristekdikti, Jakarta, Senin (20/05/2019). Sidang yang dipimpin langsung oleh Menristekdikti Prof. Moh. Nasir tersebut membahas tiga hal yaitu, perumusan program kerja Majelis Wali Amanat ITB tahun 2019, pembentukan pengurus Majelis Wali Amanat ITB tahun 2019 – 2024 dan penentuan jadwal  dan agenda rapat majelis Wali Amanat berikutnya.

    Selain Zaky ke-14 anggota MWA yang hadir terdiri 4 ex-officio yaitu Menristek DIKTI, Gubernur Provinsi Jabar yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ir. Eddy Iskandar Muda Nasution, Dipl.SE.,MT., Ketua Senat Akademik, dan Rektor ITB. Kemudian wakil masyarakat diantaranya Prof. Dr. KH. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, Dr. (HC), Dra Nurhayati Subakat, Apt., dan Ir. Yani Panigoro,
    Selanjutnya, empat wakil senat akademik Prof. Dr. Dr(HC) Ir. Djoko Santoso, M.Sc., IPU., AER., Prof. Dr(HC) Akhmaloka, Ph.d., Prof. Dr. Ing. Ir. Benhard Sitohang, Dr. Agus Dana Permana. Lalu anggota MWA Wakil Alumni Ir. Irfan Setiaputra, anggota MWA Wakil Tenaga Kependidikan Nana Heryana, ST., IPM., AER., dan anggota MWA Wakil Mahasiswa Faisal Alfiansyah Mahardhika.
    Dalam sidang pleno tersebut, Ir. Yani Panigoro terpilih sebagai Ketua MWA ITB 2019 – 2024 secara musyawarah untuk mufakat. Kemudian Wakil Ketua adalah Prof. Dr. Dr(HC) Ir. Djoko Santoso, M.Sc.,.
    Yani Panigoro dalam siaran pers ITB mengatakan, langkah penting yang harus dilakukan MWA ITB ialah menjalin kolaborasi bersama baik senat, rektorat, guru besar, dan mahasiswa yang ada di ITB. “Sehingga keputusan-keputusan strategis yang akan diputuskan MWA itu didasarkan atas semua kepentingan yang diakomodasi,” katanya.
    Sementara itu, Menristekdikti Prof. Moh. Nasir menyampaikan bahwa peran MWA sangatlah penting di dalam sebuah Perguruan Tinggi dalam menentukan arah kebijakan kedepannya. Ia berharap ITB sukses dalam membangun Perguruan Tinggi yang lebih baik.
    “Selamat kepada bu Yani sebagai ketua, dan Prof. Djoko sebagai wakil,” kata Menristekdikti.[]
    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here