More

    Tim Horas : Cerita Driver di Balik Mengendarai Mobil Hemat Energi

    Oleh    : Rays Publisher

    Ilustrasi / kendaraan yang digunakan tim Horas.

    Meraih  banyak prestasi, Team Horas yang berada di bawah naungan Universitas Sumatera Utara menjadi salah satu organisasi yang diincar bagi kalangan  mahasiswa khususnya jurusan teknik. Bagaimana tidak, keahlian yang dimiliki tim horas dalam menciptakan mobil hemat energi sangat menarik perhatian orang banyak.

    Seperti diceritakan Candra seorang driver mobil hemat energi Tim Horas selama 2 periode. Dirinya dipilih karena memiliki kemampuan di bidang engine, sehingga bisa mengatur laju mobil yang ia kendarai. Kenyamanan bukanlah hal utama yang mereka pikirkan dalam menciptakan mobil ini, namun lebih kepada tujuan hemat energi.

    - Advertisement -

    “Kalau bawa mobil ini sebenarnya kurang nyaman, apalagi ini bukan mobil yang dipakai untuk sehari-hari, jadi kita nggak terlalu mementingkan kenyamanan. Yang penting itu bagaimana mobilnya benar-benar hemat,” ujar Candra.

    Candra menjelaskan, mengendarai mobil hemat energi ini berbeda dengan mengendarai mobil pada umumnya. Seorang driver harus mampu menyesuaikan jarak pandang dan juga mengendalikan kondisi mobil yang cukup rapuh.

    “Kita tahu mobilnya rapuh karena disini kita tujuannya untuk mobil hemat energi, sparepart yang kita gunakan juga seringan mungkin. Kalo mobil  konvensional yang biasa itu pake sparepart yang kuat,” terangnya. .

    Tahun lalu Candra dan timnya berhasil meraih prestasi tim persiapan terbaik dalam KMHE 2018 yang dilaksanakan di Padang. Namun dirinya  juga berbagi cerita mengenai pengalamannya ketika gagal di sirkuit pada tahun 2017 lalu.

    Ia  tidak berhasil membawa mobil sampai ke garis finish dan terkena DNF (Did Not Finish) yang merupakan sebutan dalam sebuah perlombaan. Akibatnya, mereka tidak berhasil meraih prestasi pada Kontes Mobil  Hemat Energi (KMHE) 2017 yang dilaksanakan di kota Surabaya .

    “Kemarin di tahun 2017 itu kena trouble, ketika lagi rest pengunci bagasinya lepas jadi kita kena dnf. Waktu rest keduanya staternya lepas karena keinjak, jadi waktu rest mobilnya udah gak bisa hidup lagi padahal udah lab ke enam  jadi kita gagal,” ungkap Candra.

    Sebagai seorang driver, Candra menyampaikan bahwa dirinya menjadi kunci akhir dari perjuangan tim. Ia harus mampu membawa mobil sampai ke garis finish dan memenangkan perlombaan.

    “Bagi driver sih sebenarnya ini jadi beban, dimana driver itulah  menjadi penentu dan ujung tombak dalam perlombaan. Semua kerja keras dan usaha tim driver yang tentukan, karena disinilah tahap akhir kami berjuang.” kata mahasiswa Teknik Mesin Stambuk 2015 ini.[]

     

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here