
BANDUNG, KabarKampus – Mahasiswa Banten di Bandung mengutuk kekerasan yang dialami Ahmad Jayani, aktivis Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Banten. Ahmad Jayani yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ini dianiaya Petugas Keamanan (Pamdal) pada pelantikan DPRD Provinsi Banten, Senin, (02/09/2019).
Kecaman ini disampaikan sejumlah organisasi mahasiswa Banten yang ada di Bandung yaitu, KUMALA (Keluarga Mahasiswa Lebak) Pw. Bandung, KUMANDANG (Keluarga Mahasiswa Pandeglang) Bandung, KAMAYASA (Keluarga Mahasiswa Tirtayasa) dan KMC (Keluarga Mahasiswa Cilegon). Mereka mendesak agar tindakan kekerasan itu diproses secara hukum.
Edit Tirna, Ketua KAMAYASA mengatakan, tindakan kekerasan yang dialami rekan mereka Jayani, tidak dapat dibenarkan. Oleh karena itu mereka menuntut kepada pihak yang berwajib untuk memproses pelaku secara hukum secara Hukum.
Menurut Edit, apa yang dilakukan Pamdal terhadap Jayani tidak wajar dan berlebihan. Pamdal mengusir dan melakukan pemukulan di kepalanya.
“Pelemparan kertas itu diketahui sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa kepada kinerja DPRD sebelumnya dengan harapan di masa mendatang tidak terulang kembali. Kegagalan di masa sebelumnya diketahui meliputi; Absensi DPRD Provinsi Banten ( DPRD Banten diwajibkan hadir memenuhi forum 100 % tanpa terkecuali ), Produk Hukum yang dihasilkan ( Produk Hukum yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan Masyarakat ), Temuan BPK ( BPK menemukan ada penyelewengan Anggaran,” ungkap Edit Tirna.
Edit juga menjelaskan, persoalan kinerja DPRD Provinsi Banten yang sangat buruk ini harus segera di perbaiki. Jika tidak, mereka akan menuntut Anggota DPRD Provinsi Banten Wajib mengundurkan diri.
Pengusiran dan pemukulan yang dilakukan terhadap Jayani terjadi usai Jayani melemparkan selebaran yang berisi kritik terhadap kinerja anggota DPRD Banten 2014-2019 sekaligus masukan terhadap DPRD yang baru dilantik. Pada awalnya Jayani ingin membagikan selebaran tersebut kepada para tamu undangan, Pamdal berusaha mengambil tas yang berisi selebaran, sehingga ia melemparkan selebaran tersebut. Saat menyeret Jayani keluar ruangan, Pamdal memukul kepala Jayani berulang kali.[]






