
BANDUNG, KabarKampus – Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung akan membentuk tim kurator dan Standard Operating Procedure (SOP). Rencana ini diutarakan Rektor ISBI, Retno Dwimarwati, demi pertunjukan kesenian di kampusnya tetap terlaksana dan tidak melanggar ketentuan.
Nantinya, kurator akan diberlakukan untuk pihak umum maupun internal yang akan menampilkan pertunjukan di ISBI. “Jadi kalau nanti dari pembelajaran ini kita akan belajar bahwa kurator itu penting dan juga SOP dari yang sudah kita buat akan disebar agar bisa beredar nantinya dan agar semua bisa lebih jelas,” terang Retno, seperti dikutip dari Bandung Bergerak.
Pembentukan tim kurator dan SOP ini merupakan tindak lanjut dari pelarangan pementasan kelompok Teater Payung Hitam dengan nama pagelaran Wawancara dengan Mulyono pada 15-16 Februari lalu.
Atas pelarangan pementasan tersebut, Retno menyanggah bahwa pihak kampus telah melakukan pembatasan pembebasan berekspresi dan berkesenian. Hanya saja ada kekhawatiran bahwa pementasan yang mengangkat narasi negatif tokoh tertentu bisa memicu reaksi dan protes keras dari pihak luar.
“ISBI Bandung sangat menghargai kebebasan berekspresi dan berkreativitas dalam berkesenian. Namun tetap dalam koridor aturan yang telah ditetapkan,” kata Retno.
Pihak ISBI juga khawatir akan kondusivitas kampus dan potensi polarisasi. Pengangkatan narasi negatif terhadap tokoh tertentu dikhawatirkan dapat memicu protes dan reaksi keras dari pihak-pihak yang tidak setuju. Ditakutkan jika kampus dapat dijadikan arena konflik atau ditekan pihak eksternal jika isu ini viral di media sosial.
“Hal ini dinilai dapat menimbulkan ketegangan sosial yang berisiko merusak ketertiban serta nama baik ISBI Bandung. Jika kegiatan ini dipersepsikan sebagai dukungan terhadap gerakan pembentukan opini pada tokoh tertentu pasca pemilihan presidan,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ISBI, Indra Ridwan, seperti dikutip dari Tempo.
Pada penggunaan studio untuk lakon ini memunculkan gambar mantan Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), di flyer, poster, dan video trailernya. Pihak ISBI menilai adanya unsur kesengajaan untuk membahayakan lembaganya sendiri.
Diprotes Berbagai Pihak
Bersambung ke halaman selanjutnya –>