UPH Menjadi Tuan Rumah YMAC 2025: Dorong Kolaborasi Pemuda untuk Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan

Membentuk Pemimpin Masa Depan ASEAN

YMAC bukan sekadar konferensi, tetapi sebuah pengalaman imersif yang dirancang untuk membekali pemimpin muda dengan keterampilan dan wawasan yang diperlukan untuk memberikan dampak nyata. Para peserta akan:

  • Simulasi sidang ASEAN

Berperan sebagai delegasi ASEAN dan bernegosiasi untuk merumuskan solusi atas tantangan dunia nyata.

- Advertisement -
  • Kunjungan ke institusi strategis

Mendapatkan wawasan langsung tentang praktik pembangunan berkelanjutan di Sekretariat ASEAN, Jakarta Smart City, dan institusi lainnya.

  • Sesi dialog dan networking

Berinteraksi dengan para pemimpin industri dan memperluas jaringan profesional mereka.

Soh Wai Wah, Principal dan CEO Singapore Polytechnic, menyatakan, “Singapore Polytechnic sangat antusias menghadirkan Youth Model ASEAN Conference ke Jakarta, pertama kalinya di luar Singapura, bekerja sama dengan Universitas Pelita Harapan. Inisiatif ini akan memperkaya pemahaman mahasiswa kami mengenai diplomasi ASEAN dan keberlanjutan lingkungan, sekaligus memperkuat jaringan antara mahasiswa di seluruh ASEAN. Konferensi ini akan membekali mereka dengan keterampilan untuk menjadi pemimpin masa depan yang mampu membentuk ASEAN yang lebih kuat,” ujarnya.

Dr. Stephanie Riady, B. A., M. Ed., selaku President of UPH juga menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara ASEAN dalam mencari solusi bagi tantangan global, terutama terkait keberlanjutan lingkungan. “Merupakan kehormatan bagi UPH menjadi tuan rumah acara ini, YMAC pertama di luar Singapura. Kami percaya bahwa kolaborasi lintas negara ASEAN akan menghasilkan solusi terbaik untuk tantangan global. Saya berharap kemitraan ini terus berkembang dan mencakup lebih banyak negara ASEAN di masa depan,” katanya.

Turut hadir memberikan sambutan dan juga sebagai Guest of Honor dalam acara opening ceremony YMAC 2025, H. E. Kwok Fook Seng, Duta Besar Singapura untuk Indonesia mengajak para peserta untuk menggunakan teknologi secara bijak, mengingat bahwa generasi saat ini memiliki akses ke sumber daya yang jauh lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya. Ia berharap para pemimpin muda saat ini akan tumbuh menjadi agen perubahan di masa depan.

“Generasi muda memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya, dengan akses ke teknologi yang belum pernah ada sebelumnya. Gunakan teknologi secara cerdas, bertanggung jawab, dan untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi semua orang. Langkah-langkah kecil yang kita ambil saat ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik di masa depan,” pesannya. 

Mendorong Mahasiswa Menghasilkan Solusi Nyata

Bersambung ke halaman selanjutnya –>

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here