More

    Israel Membunuh Perdana Menteri Yaman, Seorang Sunni Syafii

    Oleh: Dr. Dina Y. Sulaeman, M.Si*

    Perdana Menteri de facto Yaman, Ahmad Ghaleb al-Rahwi.

    Mengapa saya perlu menyebut ‘Sunni’ di judul? Karena, terlalu banyak yang belum paham soal konstelasi politik Yaman. Bahkan seorang mantan diplomat RI pun baru-baru ini dalam sebuah diskusi, berkeras menyebut pemerintah de facto Yaman saat ini adalah Houthi-Syiah.

    Kesalahpahaman ini tentunya muncul karena semua media mainstream kompak menyatakan demikian; dan hanya sedikit yang benar-benar mau menelaah dengan teliti.

    - Advertisement -

    Saya akan tuliskan dengan sesimpel mungkin supaya mudah dipahami.

    Pada Kamis (28 Agustus), Israel telah membunuh (dengan bom) Perdana Menteri de facto Yaman, Ahmad Ghaleb al-Rahwi, bersama beberapa rekan menterinya. Namun pengumuman resmi baru disampaikan pihak Yaman kemarin (30 Agustus).

    PM al-Rahwi dan para menteri dibunuh Israel saat mereka mengadakan lokakarya rutin untuk mengevaluasi kinerja setelah satu tahun bertugas.

    PM al-Rahwi, adalah seorang Muslim Sunni Syafi’i dari Yaman selatan, dan dia bukan anggota Houthi. Dari namanya pun (al-Rahwi), sudah ketahuan kalau dia bukan Houthi. Houthi adalah nama klan, nama keluarga. Anggota keluarga ini, tentu saja namanya memakai nama Houthi, misalnya Abdul-Malik al-Houthi.

    Sejak 1990-an, keluarga Houthi melakukan perlawanan terhadap presiden Yaman terdahulu, Ali Abdullah Saleh. FAKTA: klan Houthi menganut Syiah Zaidiyah, dan Ali Abdullah Saleh pun penganut Syiah Zaidiyah. Klan Houthi menolak infiltrasi AS di Yaman, sebaliknya, Saleh bersahabat dekat dengan AS.

    AS pada era Obama, memberi Saleh bantuan dana militer puluhan juta USD dengan kedok “menumpas terorisme” (yaitu, Al Qaida Yaman). Saleh adalah seorang presiden yang korup dan menjalankan pemerintahan yang militeristik/tangan besi, sudah berkuasa 30 tahun. Korbannya bukan cuma keluarga Houthi, tapi warga Yaman lainnya, yang termiskinkan.

    Seiring dengan gelombang aksi-aksi demo di negara-negara Arab tahun 2011-2012, di Yaman pun terjadi demo besar-besaran (tradisi orang Yaman sepertinya sudah sangat terbiasa untuk turun ke jalan; publik dunia semakin terbiasa melihat aksi demo sangat besar yang diadakan orang Yaman tiap Jumat selama 2 tahun terakhir).

    Tuntutan warga Yaman pada saat itu: mundurnya Ali Abdullah Saleh. Ingat fakta ini: Saleh seorang Syiah Zaidiyah; salah satu tokoh perlawanan terhadap Saleh adalah keluarga Houthi; tapi yang turun ke jalan berdemo besar-besaran adalah RAKYAT YAMAN, bukan hanya keluarga Houthi, bukan hanya warga Syiah.

    Saudi & AS & PBB kemudian berusaha menengahi situasi. Saleh mundur, digantikan presiden interim, Mansour Hadi, seorang Sunni Syafi’I, yang menjanjikan akan mengadakan pemilu dan perbaikan ekonomi.

    Hasilnya: ekonomi semakin sulit karena Hadi memilih bekerja sama dengan IMF dan menjual asset-aset negara (privatisasi, liberalisasi ekonomi). Pemilu? Ga ada kabar. Rakyat berdemo lagi besar-besaran. Januari 2015, Hadi mundur dari jabatannya. Artinya, saat itu terjadi VACUUM OF POWER.

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    5 COMMENTS

    1. Dan tidak di ragu_kan lagi perkara akhir pada fase kekacauan ini adalah fitnah yang mana kekejaman_nya lebih kejam dari bom atom atau pembunuhan dan peperangan itu sendiri..
      .
      .

      ☝️

    2. Setuju, konflik di Yaman sama sekali bukan konflik mazhab seperti yang sering digambarkan media arus utama dengan label “Houthi-Syiah”. Faktanya, rakyat Yaman baik Sunni maupun Syiah bersatu melawan agresi Saudi dan Israel. Menyebut bahwa Perdana Menteri Yaman yang dibunuh adalah seorang Sunni-Syafi’i penting agar publik sadar bahwa perjuangan ini bukan soal mazhab, melainkan perjuangan rakyat melawan kolonialisme dan imperialisme global

    3. Tulisan ini penting, karena selama ini banyak orang keliru memahami Yaman.
      Perdana Menteri Ahmad Ghaleb al-Rahwi bukan Houthi, tapi seorang Sunni Syafi’i.
      Fakta ini menunjukkan bahwa yang dilawan rakyat Yaman bukan soal mazhab, tapi soal penjajahan dan intervensi asing.
      Israel membunuh pemimpin mereka adalah bukti nyata bahwa siapa pun yang berdiri bersama rakyat akan jadi target.
      Inilah saatnya kita melihat Yaman dengan lebih jernih, dan menegaskan bahwa musuh utama adalah Israel dan sekutunya.

    4. Mau kah seseorang itu suni, syiah atau apalah, yang namanya pembantai itu tidak lah d benarkan..intinya Israel itu adalah teroris, hantu, setan, orang jahat, semoga Allah swt mengutuknya…aamiin

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here