
Di antara yang gugur syahid:
- Perdana Menteri: Ahmad Ghalib Al-Rahwi.
- Menlu: Jamal bin Amir
- Menteri Listrik dan Energi: Ali Seif Muhammad.
- Menpora: Muhammad al Muwalad
- Menteri Kehakiman: Mujahid Ahmad Abdullah Ali.
- Menteri Penerangan: Hashim Sharaf al-Din.
(ada beberapa menteri lain yang diberitakan juga gugur, ini nama-nama yang ada di foto).
PERHATIKAN: nama-nama ini bukan “Houthi.” ARTINYA: pemerintahan de facto Yaman adalah pemerintahan yang plural, berasal dari berbagai mazhab. Faktanya, mayoritas warga Yaman memang Sunni Syafii (55–65%), sisanya Syiah (ada yang Zaydi, Imamiyah, Ismaili) sekitar 35–45%.
Presiden Yaman, Mehdi al-Meshat (perhatikan: bukan Houthi), telah membuat pernyataan yang ditujukan pada rezim Zionis Israel:
- Balas dendam kami tak terelakkan dan tak dapat ditunda.
- Hari-hari kelam menanti kalian.
- Ini akan menjadi hasil dari tindakan pengkhianatan dan keji pemerintah kalian.
- Kalian tak akan mampu mematahkan tekad kami.
- Kami bersama Tuhan dan kami berdiri di jalan-Nya.
- Kami yakinkan kalian bahwa angkatan bersenjata kami berada di puncak kekuatannya.
- Apa yang dicapai musuh hanyalah sebuah kesempatan yang cepat berlalu.
Lalu, peran klan Houthi ada dimana? Tahun 1990-an, tokoh dari keluarga Houthi bernama Sayyid Hussein Badruddin at-Tabatabai al-Houthi (ia seorang guru), bersama saudara-saudaranya, Ibrahim, Abdul Khaleq, Abdul Malik, bangkit melawan ketidakadilan rezim Ali Abdullah Saleh. (Ingat lagi: Saleh ini penganut Syiah Zaidiyah ya.)
Cara yang mereka tempuh: EDUKASI, orasi, membentuk partai politik dan ikut pemilu. Namun gerakan ini dihadapi dengan represif, militer menyerang mereka; dan Sayyid Hussein beserta pengikutnya pun angkat senjata untuk melawan. Demikian seterusnya, gerakan ini membesar; tapi Sayyid Hussein gugur dibunuh; digantikan oleh adiknya, Sayyid Abdul Malik Badruddin Al Houthi.
Dalam aksi-aksi demo massa (berbagai mazhab, bukan cuma klan Houthi) tahun 2011 dst, Sayyid Abdul Malik Badruddin Al Houthi menjadi tokoh yang berperan penting.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>







Dan tidak di ragu_kan lagi perkara akhir pada fase kekacauan ini adalah fitnah yang mana kekejaman_nya lebih kejam dari bom atom atau pembunuhan dan peperangan itu sendiri..
.
.
☝️
Setuju, konflik di Yaman sama sekali bukan konflik mazhab seperti yang sering digambarkan media arus utama dengan label “Houthi-Syiah”. Faktanya, rakyat Yaman baik Sunni maupun Syiah bersatu melawan agresi Saudi dan Israel. Menyebut bahwa Perdana Menteri Yaman yang dibunuh adalah seorang Sunni-Syafi’i penting agar publik sadar bahwa perjuangan ini bukan soal mazhab, melainkan perjuangan rakyat melawan kolonialisme dan imperialisme global
Teruslah mencerahkan Bu Dina…..Terima kasih atas uraiannya yang “renyah” dan bermakna.
Tulisan ini penting, karena selama ini banyak orang keliru memahami Yaman.
Perdana Menteri Ahmad Ghaleb al-Rahwi bukan Houthi, tapi seorang Sunni Syafi’i.
Fakta ini menunjukkan bahwa yang dilawan rakyat Yaman bukan soal mazhab, tapi soal penjajahan dan intervensi asing.
Israel membunuh pemimpin mereka adalah bukti nyata bahwa siapa pun yang berdiri bersama rakyat akan jadi target.
Inilah saatnya kita melihat Yaman dengan lebih jernih, dan menegaskan bahwa musuh utama adalah Israel dan sekutunya.
Mau kah seseorang itu suni, syiah atau apalah, yang namanya pembantai itu tidak lah d benarkan..intinya Israel itu adalah teroris, hantu, setan, orang jahat, semoga Allah swt mengutuknya…aamiin