More

    Mahasiswa Unair Raih Prestasi dan Gali Kearifan Lokal di Era Digital

    Salah satu pembicara utama, Prof. Dr. Suhandano, memaparkan materi berjudul “Bahasa sebagai Sumber Data dalam Studi Pengetahuan Lokal.” Ia menekankan pentingnya bahasa sebagai media penyimpanan sekaligus pewarisan pengetahuan lokal.

    “Melalui bahasa, kita dapat mengungkap makna tersembunyi dari cara sebuah komunitas hidup, berpikir, dan berinteraksi dengan lingkungannya,” ujarnya.

    Menurut Prof. Suhandano, bahasa tak hanya mencerminkan realitas sosial, tetapi juga menyimpan nilai kearifan lokal. Ia mencontohkan kosakata masyarakat Jawa dalam sistem pranata mangsa yang detail menggambarkan musim, atau istilah uwit angker yang berfungsi melestarikan pohon tertentu melalui nilai kesakralan.

    - Advertisement -

    Lebih jauh, ia menegaskan bahwa bahasa dapat menjadi sumber data penelitian yang mengungkap pengetahuan lokal dalam berbagai bidang, mulai dari etnobotani, etnomedicine, hingga etnofilosofi. Meski kini masyarakat semakin mengandalkan sains modern, paduan antara pengetahuan lokal dan sains diyakini mampu memberikan solusi yang lebih komprehensif untuk berbagai tantangan kehidupan.

    Dua capaian Unair ini menunjukkan bahwa mahasiswa dan civitas akademika mampu berkontribusi di berbagai bidang, baik dengan menciptakan inovasi berkelanjutan seperti CornCycle maupun memperkuat pemahaman atas budaya lokal melalui kajian ilmiah.

    Keduanya memiliki benang merah: pentingnya keseimbangan antara inovasi digital dan pelestarian nilai tradisi. Langkah ini sekaligus mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek pendidikan berkualitas dan pembangunan berkelanjutan.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here