
Seorang mantan jaksa militer Israel, Yifat Tomer-Yerushalmi, dijatuhi hukuman tahanan rumah selama 10 hari setelah diduga terlibat dalam kebocoran video yang memperlihatkan tentara Israel menyiksa seorang tahanan Palestina di penjara militer Sde Teiman.
Keputusan ini dikeluarkan oleh Pengadilan Tel Aviv pada Senin (3/11). Dalam putusannya, pengadilan melarang Tomer-Yerushalmi meninggalkan rumah kecuali untuk bertemu dengan pengacaranya, dan melarangnya berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait kasus tersebut selama 55 hari.
Menurut laporan KAN, lembaga penyiaran publik Israel, penyelidikan saat ini difokuskan pada bagaimana rekaman yang diambil di dalam kompleks penjara Sde Teiman dapat bocor dari unit militer yang berada di bawah pengawasan Tomer-Yerushalmi.
Video yang bocor pada Juli 2024 itu menampilkan sejumlah tentara Israel sedang memukuli dan menyiksa seorang tahanan Palestina hingga mengalami luka parah. Kasus ini memicu kemarahan publik internasional dan membuka kembali perdebatan mengenai pelanggaran hak asasi manusia di penjara-penjara Israel.
Menurut laporan media lokal seperti Haaretz, tahanan yang menjadi korban penyiksaan tersebut akhirnya dibebaskan dan dipulangkan ke Gaza pada Oktober 2025. Tomer-Yerushalmi yang sebelumnya menjabat sebagai Military Advocate General (Jaksa Agung Militer), mengundurkan diri dari jabatannya pada 31 Oktober 2025.
Dalam pernyataannya, ia mengaku telah menyetujui publikasi video tersebut dengan alasan untuk melawan propaganda palsu terhadap sistem peradilan militer Israel. Namun, keputusan tersebut justru berujung pada penangkapannya dan akhirnya dijatuhi tahanan rumah.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






