Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa Tomer-Yerushalmi tidak akan dikembalikan ke posisinya mengingat beratnya dugaan pelanggaran yang dilakukan. Dalam perkembangan terbaru, pihak kepolisian menemukan sebuah ponsel yang diyakini milik Tomer-Yerushalmi di pantai Herzliya, setelah ditemukan oleh warga setempat.
Ponsel tersebut kini disita dan tengah diperiksa untuk mencari bukti tambahan terkait kasus kebocoran video tersebut. Kasus ini kembali menyoroti kondisi tahanan Palestina di berbagai penjara Israel. Sejumlah organisasi hak asasi manusia internasional melaporkan bahwa lebih dari 10.000 tahanan Palestina mengalami penyiksaan, kelaparan, dan kelalaian medis yang serius di dalam tahanan militer.
Kasus Tomer-Yerushalmi menciptakan perdebatan besar di Israel dan dunia internasional. Sebagian kalangan memandang tindakannya sebagai bentuk keberanian membongkar pelanggaran HAM di tubuh militer Israel, sementara pihak lain menilai langkahnya sebagai pelanggaran hukum dan etika militer.
Insiden ini menjadi pengingat kuat akan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam sistem peradilan militer, serta mempertegas kebutuhan mendesak untuk menghentikan praktik kekerasan terhadap tahanan sipil di wilayah konflik.






