Namun, orang tua korban masih dalam kondisi syok sehingga pemeriksaan lanjutan akan dilakukan kemudian. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unpak, Singgih Irianto, menyampaikan bahwa korban sebelumnya baru selesai mengikuti ujian. “Baru selesai ujian,” katanya.
Seorang saksi lain, Sahrul Buhori, mengaku sempat melihat korban berada di tepi pagar lantai tiga sebelum jatuh. “Si orangnya itu kayak lagi sandar di pagar,” ujarnya.
Rektor Unpak, Didik Notosudjono, menegaskan bahwa tidak ada indikasi korban mengalami perundungan di kampus. “Sejauh pengamatan saya, tidak ada tanda-tanda atau laporan seperti itu (bully) di lingkungan kampus,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa orang tua korban tidak menyebut adanya masalah yang diceritakan anaknya. Kasus ini menjadi pengingat bahwa tekanan akademik, sosial, maupun pribadi dapat berdampak besar pada kesehatan mental mahasiswa. “Mereka menyatakan tidak ada,” kata Didik.
Kampus, keluarga, dan teman sebaya berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung. Jika Sobat Kaka atau temanmu mengalami tekanan psikologis, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional atau menghubungi layanan konseling kampus maupun pihak terkait.






