
Peluncuran Komunitas Regional Baru untuk Mendukung Para Guru
Konferensi ini juga menandai peluncuran lima komunitas Cambridge baru yang dirancang untuk mendukung para guru dan pemimpin sekolah di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik (SEAP). Peluncuran ini dilakukan pada saat yang sangat penting bagi pendidikan global. Menurut UNESCO, kekurangan guru di seluruh dunia diperkirakan akan mencapai 44 juta pada tahun 2030[1]. Di Indonesia sendiri, data terbaru menunjukkan kekurangan sekitar 1,3 juta guru, dengan sebagian di antaranya saat ini mengajar tanpa sertifikasi formal[2].
Lima komunitas tersebut adalah:
- Komunitas Cambridge Sustainability & Climate Action
Dipimpin oleh Jennifer Angeles dari SIS Group of Schools, Jakarta, komunitas ini akan mengeksplorasi bagaimana sekolah dapat mengintegrasikan keberlanjutan dan kesadaran iklim ke dalam pembelajaran dan praktik sehari-hari. Terbuka bagi para pendidik untuk bergabung melalui Facebook, komunitas ini akan mendukung sekolah-sekolah yang ingin mengurangi dampak lingkungan, melibatkan siswa dalam aksi iklim, serta menumbuhkan budaya tanggung jawab terhadap masa depan planet ini. Jennifer mengatakan:
“Karena dunia sedang berubah, kita juga harus berubah. Aksi iklim bukan sekadar isu — ini terjadi sekarang dan berdampak pada kehidupan serta komunitas nyata. Komunitas ini adalah ruang bagi guru, pendidik, dan pemimpin pendidikan untuk berbagi ide, berkolaborasi, dan bersama-sama menciptakan dampak yang benar-benar mengubah kehidupan.” - Komunitas Cambridge Innovation & Entrepreneurship
Dipimpin oleh Manmeet Kaur, Guru Humaniora di HELP International School, Kuala Lumpur, Malaysia, komunitas ini berfokus pada pengembangan inovasi dan pola pikir kewirausahaan di ruang kelas. Diskusi akan menyoroti cara menginspirasi pemecahan masalah, mendorong inisiatif yang dipimpin siswa, serta membangun kepercayaan diri untuk mengubah ide menjadi tindakan. Komunitas ini dapat diikuti melalui LinkedIn. Manmeet mengatakan:
“Pekerjaan yang ada saat ini mungkin tidak lagi ada dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan. Oleh karena itu, kita perlu membekali peserta didik tidak hanya dengan pengetahuan teknis, tetapi juga keterampilan masa depan dan pola pikir kewirausahaan yang membantu mereka beradaptasi, belajar dari kegagalan, dan berkembang dalam perubahan.” - Komunitas Cambridge Adaptability & Wellbeing
Dr Poonam Shokeen, Academic Director di SBS International School Chiang Mai, Thailand, akan memimpin komunitas di Facebook yang berfokus pada strategi praktis untuk membantu siswa membangun kemampuan beradaptasi dan ketangguhan. Komunitas ini juga akan berbagi pendekatan untuk memperkuat sistem kesejahteraan bagi peserta didik maupun pendidik. Poonam mengatakan:
“Melalui komunitas ini, para pendidik dapat mempelajari berbagai gagasan untuk mendukung kesejahteraan komunitas mereka. Sangat penting bagi kita untuk saling belajar, menjaga diri kita sebagai pendidik, dan mengembangkan strategi untuk mengisi kembali kesejahteraan diri kita agar dapat mendukung orang lain, termasuk para siswa.”
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






