More

    200 Sekolah dari 37 Negara Hadiri Cambridge Schools Conference 2025 di Bali

    • Komunitas Cambridge Future-Ready Learning

      Dipimpin oleh Matthew Gallagher dari Nobel International School, Selangor, Malaysia, tempat ia mengajar Cambridge Global Perspectives & Research, komunitas Facebook ini akan menghubungkan para pendidik yang mengeksplorasi bagaimana pembelajaran siap masa depan diterapkan di berbagai mata pelajaran dan jenjang usia. Diskusi akan menyoroti pendekatan lintas disiplin yang mengembangkan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan penalaran etis. Matthew mengatakan:

      “Saya mengundang para guru dari seluruh kawasan Asia Tenggara dan Pasifik yang tertarik untuk meningkatkan keterampilan mereka dan memastikan bahwa siswa siap menghadapi masa depan. Anda dapat belajar dari guru-guru lain dan dari saya tentang cara terbaik mendukung siswa ke depan.”
    • Komunitas Cambridge AI & Digital Skills

      Dipimpin oleh Liam Egan, Head of EAL/EIP di UCSI International School Kuala Lumpur, komunitas Facebook ini akan berfokus pada pendekatan yang bijaksana dan bertanggung jawab terhadap kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan. Fokusnya bukan pada penggunaan alat semata, melainkan pada praktik kelas, kebijakan, penilaian, dan pertimbangan profesional. Bagi para pemimpin sekolah, komunitas ini memberikan wawasan tentang bagaimana sekolah menyikapi AI secara matang; bagi guru, komunitas ini menawarkan ide, rasa aman, dan keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi perubahan ini sendirian. Liam mengatakan:

      “AI sudah membentuk cara siswa membaca, menulis, berpikir, dan mengakses informasi. Namun, banyak sekolah masih mencari cara untuk meresponsnya secara praktis dan bertanggung jawab. Komunitas ini memungkinkan para pendidik untuk melambat sejenak, mengajukan pertanyaan yang lebih baik, dan fokus pada bagaimana AI dapat mendukung pembelajaran tanpa mengorbankan keterampilan inti seperti literasi, berpikir kritis, dan hubungan antarmanusia.”

    Berbicara mengenai alasan pembentukan komunitas ini saat ini, Kanjna Paranthaman, Regional Director, Southeast Asia & Pacific, International Education, Cambridge, mengatakan:

    “Cambridge adalah sebuah komunitas yang terdiri dari lebih dari 10.000 sekolah di 160 negara. Di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik, kami menyadari adanya keinginan yang kuat dari para pendidik untuk saling terhubung. Dengan begitu banyak pengalaman dan pengetahuan yang tersedia, kami ingin membantu mereka berkumpul dan berbagi praktik terbaik yang dapat diterapkan di ratusan, bahkan ribuan, ruang kelas.”

    Referensi:

    1. Global report on teachers: addressing teacher shortages and transforming the profession
      UNESCO, 2024.
    2. Addressing Indonesia’s Teacher Shortage: Strategies and Collaborations for Quality Education, Tanoto Foundation. October 2023
    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here