Dalam aksi tersebut, perwakilan mahasiswa diterima oleh pihak Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan. Mahasiswa kemudian menyerahkan surat tuntutan secara resmi kepada pihak kampus sebagai bentuk aspirasi tertulis.
Sementara itu, Ketua Lembaga STIE Widya Manggalia Brebes, Dr. Lusia Wulandari Sutejo, SE., MM., menyampaikan bahwa pihak lembaga memahami serta menghargai aspirasi yang disuarakan mahasiswa.
“Lembaga memahami dan menghargai aspirasi serta kekhawatiran yang disampaikan oleh mahasiswa. Aspirasi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keberlangsungan dan masa depan institusi,” ujarnya melalui pesan singkat seperti dikutip dari Ketik.
Ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi mahasiswa telah diteruskan kepada pihak yayasan untuk segera ditindaklanjuti. “Sebagai bentuk tanggung jawab lembaga, seluruh aspirasi mahasiswa sudah kami teruskan secara resmi kepada pihak yayasan agar secepatnya dapat diselesaikan,” jelas Lusia.
Terkait kondisi kampus yang masih bermasalah, Lusia juga mengungkapkan bahwa pihak yayasan telah melaporkan permasalahan tersebut kepada aparat kepolisian sejak Selasa, 15 Desember 2025, dan proses hukum saat ini masih berjalan.
“Lembaga menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan berharap pihak kepolisian dapat menangani permasalahan ini secara profesional dan cepat, sehingga tercipta kepastian hukum dan rasa keadilan bagi seluruh pihak,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh mahasiswa dan civitas akademika untuk tetap menjaga ketenangan serta suasana akademik yang kondusif sambil menunggu penyelesaian melalui jalur hukum. Aksi mahasiswa berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan.
Mahasiswa menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan menyuarakan aspirasi mereka hingga ada kejelasan resmi mengenai masa depan perkuliahan di STIE Widya Manggalia.






