Melalui Entrepreneur Fair ini, UBSI Kampus Purwokerto menegaskan komitmennya dalam mencetak mahasiswa yang mandiri, kreatif, dan memiliki jiwa entrepreneur.
“Kami jadi lebih percaya diri menawarkan produk dan memahami bagaimana menghadapi konsumen secara langsung. Ini pengalaman yang sangat bermanfaat,” ungkapnya.
Pihak kampus berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari penguatan ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus. “Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat wirausaha mahasiswa dan melahirkan pelaku usaha muda yang siap bersaing di masa depan,” tambah perwakilan kampus.
Tidak hanya di bidang kewirausahaan, UBSI juga memperkuat kompetensi mahasiswa melalui kegiatan akademik berbasis praktik. Program Studi Penyiaran UBSI Kampus Pemuda menggelar Workshop “Penyutradaraan Singlecam dan Multicam” di Gedung Serba Guna UBSI, Jumat (19/12).
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester 3 sebagai bagian dari penguatan keterampilan produksi siaran. Workshop tersebut menghadirkan Hengki Christian IR, praktisi sekaligus sutradara berpengalaman di industri penyiaran. Dalam pemaparannya, Hengki menjelaskan perbedaan konsep, alur kerja, serta tantangan teknis penyutradaraan single camera dan multi camera, mulai dari tahap pra-produksi hingga pasca-produksi.
Sementara itu, teknik multicam dinilai lebih efektif dan efisien untuk produksi siaran langsung, seperti talk show dan program dengan interaksi tinggi, karena melibatkan beberapa kamera secara bersamaan dalam satu adegan. “Singlecam memberi ruang kreativitas yang lebih luas bagi sutradara untuk membangun emosi dan visual cerita secara detail,” ujar Hengki.
Workshop berlangsung interaktif dengan dimoderatori oleh Achmad Haikal dari staf Program Studi Penyiaran. Mahasiswa aktif berdiskusi dan menggali pengalaman praktis terkait penerapan teknik penyutradaraan dalam dunia industri televisi dan konten digital.
Ketua Program Studi Penyiaran, Nina Kusumawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjembatani teori di kelas dengan kebutuhan industri. Melalui pembelajaran aplikatif seperti ini, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi dunia kerja.Melalui rangkaian kegiatan kewirausahaan dan workshop praktis tersebut, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang relevan, aplikatif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa agar mampu bersaing di masa depan.






