More

    Natal Bukanlah Kisah Barat – melainkan Kisah Palestina

    Sebuah pesan untuk dunia

    Betlehem merayakan Natal untuk pertama kalinya setelah dua tahun tanpa perayaan publik. Meniadakan perayaan adalah hal yang menyakitkan namun perlu; kami tidak punya pilihan lain.

    Genosida sedang terjadi di Gaza, dan sebagai orang yang tinggal di tanah kelahiran Natal, kami tidak bisa berpura-pura sebaliknya. Kami tidak bisa merayakan kelahiran Yesus sementara anak-anak seusianya ditarik mati dari reruntuhan.

    - Advertisement -

    Merayakan Natal musim ini bukan berarti perang, genosida, atau struktur apartheid telah berakhir. Orang-orang masih dibunuh. Kami masih terkepung.

    Sebaliknya, perayaan kami adalah tindakan ketahanan – sebuah deklarasi bahwa kita masih di sini, bahwa Betlehem tetap menjadi ibu kota Natal, dan bahwa kisah yang diceritakan kota ini harus terus berlanjut.

    Pada saat wacana politik Barat semakin mempersenjatai Kekristen sebagai penanda identitas budaya – seringklai mengecualikan orang-orang di antara siapa Kekristenan lahir – sangat penting untuk kembali ke akar cerita ini.

    Natal ini, ajakan kami ke gereja global – dan khususnya kepada umat Kristen Barat – adalah untuk mengingat dari mana kisah ini bermula. Untuk mengingat bahwa Betlehem bukanlah mitos, melainkan tempat di mana orang-orang masih tinggal. Jika dunia Kristen ingin menghormati makna Natal, mereka harus mengarahkan pandangan mereka ke Betlehem – bukan Betlehem yang dibayangkan, tetapi Betlehem yang nyata, sebuah kota yang penduduknya hingga kini masih menyerukan keadilan, martabat dan perdamaian.

    Mengingat Betlehem berarti mengingat bahwa Tuhan berdiri di pihak yang tertindas – dan bahwa para pengikut Yesus dipanggil untuk melakukan hal yang sama.[]

    24 Desember 2025. Diterjemahkan dari situs Aljazeera.

    *Penulis adalah seorang Pendeta dan Teolog Palestina. Beliau melayani sebagai Pendeta di Gereja Lutheran Injil Hope di Ramallah dan merupakan direktur Institut Betlehem untuk Perdamaian dan Keadilan.

    - Advertisement -

    2 COMMENTS

    1. Kisah kelahiran Nabi Isa a.s. adalah kisah kezaliman dan ketabahan kaum tertindas. Palestina bukan sekadar sejarah, tapi luka yang masih hidup hingga hari ini.

    2. Memutarbalikan cerita dari keadaan yg sesungguhnya agar lupa akan makna dari luka sejarah di masa itu…Nabi isa a.s akan hadir pd waktu nya dan menjelaskan Kebenaran pada umat ini

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here