Secara musikal, Skaeta tidak sedang ingin rapi. Ia memilih suara yang pecah, sample yang dipotong agresif, ritme yang kadang meledak tanpa permisi. Tapi di balik itu semua, ada emosi yang dijaga tetap utuh. Kekacauan di sini bukan gaya, melainkan kondisi.
Sebagian besar materi dalam album ini adalah lagu baru, dibuat khusus untuk proyek ini. Namun ada juga potongan ide lama yang kembali diangkat—bukan karena nostalgia, tapi karena ternyata masih relevan. Seperti masalah yang kita kira sudah selesai, tapi muncul lagi dalam bentuk berbeda.
Semua lagu dirangkai untuk menceritakan satu periode hidup Skaeta antara 2020 hingga 2022: fase merasa terjebak, mencoba keluar, gagal, mencoba lagi, lalu menemukan sedikit cahaya—bukan di ujung, tapi di sela-sela. Album ini hampir seluruhnya dikerjakan sendiri.
Dari penulisan, sampling, aransemen, sampai mixing. Bukan karena ingin terlihat independen, tapi karena cerita ini memang tidak bisa diwakilkan. Meski begitu, kehadiran teman-teman dekat—sebagai pendengar pertama, pemberi komentar jujur, atau sekadar tempat ragu—tetap punya peran yang tidak kecil.






