Para lulusan ini merupakan bagian dari sekitar 28 mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di negara bagian Oregon dengan dukungan dana Otonomi Khusus. Secara keseluruhan, sejak program beasiswa digulirkan, hampir seribu mahasiswa Papua telah menjadi penerima manfaat, dengan sekitar 600 di antaranya menempuh studi di luar negeri.
Konjen RI San Francisco menegaskan bahwa pengiriman mahasiswa Papua ke luar negeri merupakan langkah strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia daerah. “Mereka merupakan masa depan Indonesia, diharapkan setelah kelulusan dapat memberikan kontribusi terbaiknya bagi pembangunan Indonesia umumnya dan Papua khususnya,” kata Prasetyo.
Senada dengan itu, Konsul Penerangan Sosial Budaya KJRI San Francisco, Mahmudin Nur Al-Gozaly, menekankan bahwa tantangan berikutnya bagi para lulusan adalah menjaga konsistensi prestasi dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk kemajuan Papua.
Beberapa lulusan lain, seperti Deswan Wanimbo dan Aimur Pagawak, juga membuka peluang melanjutkan studi ke jenjang S2 bahkan S3. “KJRI San Francisco senantiasa siap untuk memberikan pendampingan sekiranya diperlukan untuk mendukung kelancaran studi mahasiswa Indonesia, termasuk asal Papua,” tutup Mahmudin.
Tak sedikit pula yang berminat mengikuti optional practical training atau program magang, termasuk di lingkungan KJRI San Francisco, guna menambah pengalaman profesional. KJRI San Francisco pun menyatakan kesiapan untuk mendukung langkah para lulusan tersebut.






