More

    Tujuh Resiko Pacaran dengan Mahasiswa Psikologi

    3. Penggunaan Istilah Psikologi yang Terlalu Sering

    Anak Psikologi sering menggunakan istilah-istilah psikologi dalam percakapan sehari-hari. Meskipun ini bisa menjadi cara yang menarik untuk memahami diri sendiri dan pasangan, penggunaan istilah yang berlebihan bisa membuat percakapan terasa kaku dan tidak alami. Pasangan mungkin merasa seperti sedang berada di sesi konseling, bukan percakapan santai.

    4. Potensi Manipulasi Emosional

    - Advertisement -

    Dengan pemahaman mereka tentang psikologi manusia, anak Psikologi mungkin memiliki kemampuan untuk memanipulasi emosi pasangan. Mereka mungkin menggunakan pengetahuan mereka untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, menghindari tanggung jawab, atau membuat pasangan merasa bersalah. Meskipun tidak semua anak Psikologi melakukan ini, potensi ini perlu diwaspadai.

    5. Kesulitan Memisahkan Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi

    Anak Psikologi mungkin kesulitan memisahkan peran mereka sebagai mahasiswa atau profesional Psikologi dengan peran mereka sebagai pasangan. Mereka mungkin membawa masalah-masalah dari pekerjaan atau studi mereka ke dalam hubungan, atau sebaliknya. Hal ini bisa mengganggu keseimbangan dan keharmonisan hubungan.

    6. Terlalu Fokus pada Masalah 

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here