Dekan FEBI, Prof. Dr. Amiruddin K., menyambut hangat fasilitas ini sebagai katalisator prestasi. “Kami sangat berterima kasih kepada Pegadaian. Kehadiran The Gade Creative Lounge akan membuka lebih banyak peluang bagi Civitas Akademika baik dosen maupun mahasiswa untuk meraih prestasi,” tuturnya.
Ia juga berpesan, “Kami berharap fasilitas ini dijaga dengan baik dan bisa digunakan secara maksimal untuk menciptakan ide-ide kreatif yang membawa perubahan positif bagi masyarakat tentunya.” sambungnya.
Apresiasi juga datang dari Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis. “Bantuan Pegadaian sangat bermanfaat dan menciptakan dampak positif di lingkungan kampus dan sekitarnya. Ini sangat mendorong dan mendukung kreativitas dan inovasi di kalangan mahasiswa dan staf kami.” ujar Prof. Hamdan.
Tak hanya di bidang fasilitas fisik, peingkatan kualitas SDM juga menjadi fokus utama. Jurusan Keperawatan UIN Alauddin menggelar workshop bertajuk “Artificial Intelligence (AI) in Research” di Gedung Rektorat, Rabu (24/12). Langkah ini diambil untuk memastikan mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi AI secara etis dalam penyusunan tugas akhir dan riset kesehatan.
Ketua Jurusan Keperawatan, Ilhamsyah, menekankan pentingnya integritas akademik di tengah gempuran teknologi. “Penggunaan AI tidak boleh hanya bertujuan untuk mempermudah, tetapi harus tetap sesuai dengan kaidah karya tulis ilmiah,” tegasnya.
Pakar dari Al Ain University UEA, Dr. Enas Abulibdeh, hadir sebagai pemateri utama. Ia memaparkan konsep “illusion of knowledge” dan meyakinkan mahasiswa bahwa AI adalah mitra, bukan pengganti kemampuan manusia. “AI will not replace anyone who knows how to use it. Practice with me, and we will see the result,” ungkap Dr. Enas.
Ia mengibaratkan AI seperti perangkat rumah tangga fungsional. “It’s not your job to know how AI works, but you must know how to use it,” jelasnya. Namun, ia juga memberi peringatan keras agar mahasiswa tetap publikasi secara bertanggung jawab dan menghindari praktik plagiasi dari platform seperti ChatGPT.
Melalui kehadiran fasilitas kreatif dan penguasaan teknologi AI ini, UIN Alauddin Makassar berharap para lulusannya memiliki bekal berpikir kritis dan kemampuan komunikasi yang unggul untuk bersaing di era digital.






