
Kabar positif datang dari Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Program studi ini berhasil menempati peringkat kelima terbaik di Indonesia untuk bidang hukum versi THE WUR by Subject 2026.
Pemeringkatan yang dirilis pada 21 Januari 2026 tersebut juga menempatkan UIN Bandung sebagai Jurusan Hukum terbaik di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), sekaligus berada pada kelompok peringkat dunia 301–400.
Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. “Alhamdulillah. Prestasi ini hasil dari kerja kolektif seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, pimpinan fakultas hingga jurusan, yang secara konsisten menjaga mutu akademik, penguatan riset, tata kelola pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing global berbasis rahmatan lil alamin,” ujarnya dilansir dari situs Kemenag.
Menurut Rosihon, pencapaian ini menunjukkan bahwa UIN Bandung mampu memenuhi standar internasional tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Hal senada disampaikan Dekan FSH UIN Bandung, Fauzan Ali Rasyid, didampingi Ketua dan Sekretaris Jurusan Ilmu Hukum E Hasbi Nassaruddin dan Dian Rachmat Gumelar.
Pemeringkatan THE WUR by Subject 2026 menggunakan indikator yang serupa dengan THE WUR secara umum, namun dengan bobot yang disesuaikan untuk bidang hukum. “Fakultas Syariah dan Hukum kembali menorehkan capaian membanggakan dengan meraih Top 1 Jurusan Hukum PTKIN serta Top 5 Jurusan Hukum di Indonesia,” kata Fauzan.
Penilaian meliputi lima aspek utama, yakni Pengajaran, yang mencakup reputasi pengajaran, rasio dosen dan mahasiswa, kualifikasi doktor, serta pendapatan institusi. Lalu ada lingkungan penelitian, meliputi reputasi riset, pendanaan, dan produktivitas penelitian
kemudian kualitas penelitian, yang menilai dampak sitasi, kekuatan, serta keunggulan riset Industri, melalui kemitraan industri dan paten. Ada pun perspektif internasional, termasuk keterlibatan mahasiswa dan dosen asing serta kolaborasi riset internasional.






