4. Jangan Takut Dinilai
Psikolog tidak akan menghakimi. Mereka terlatih untuk mendengarkan dengan empati dan menjaga kerahasiaan klien. Apapun yang kamu ceritakan dalam sesi, tidak akan keluar dari ruang konseling. Kawan Kampus tidak perlu khawatir terlihat lemah atau aneh. Justru keberanian untuk terbuka adalah bentuk kekuatan.
5. Beri Waktu untuk Prosesnya
Konsultasi psikologi bukan sulap. Kadang Kawan Kampus tidak langsung merasa lebih baik setelah satu kali pertemuan. Perubahan emosional dan pola pikir butuh waktu. Bersabarlah dengan prosesnya. Jika kamu merasa belum cocok dengan satu psikolog, tidak apa-apa mencari yang lain, ini soal kecocokan pribadi.
6. Tulis Catatan Setelah Sesi
Setelah sesi, cobalah menulis ulang apa yang Kawan Kampus rasakan, pelajari, dan ingin lakukan. Ini membantumu merefleksikan proses yang sedang dijalani dan menjadikan sesi lebih bermakna. Selain itu, kamu bisa membawa catatan ini ke sesi berikutnya untuk diskusi lanjutan.
7. Konsultasi Sebagai Bentuk Perawatan DiriKesehatan mental adalah bagian dari perawatan diri, seperti halnya makan sehat atau tidur cukup. Tidak perlu menunggu sampai “meledak” untuk pergi ke psikolog. Jadikan ini sebagai bagian dari cara kamu menjaga keseimbangan hidup, apalagi di masa-masa penuh tekanan seperti kuliah.






