Rektor UIN Bandung Soroti Tantangan Relevansi dan Transformasi Digital
Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag. dalam arahannya menekankan bahwa perguruan tinggi keagamaan saat ini berada di persimpangan penting sejarah. “Target internasionalisasi tidak akan tercapai apabila publikasi ilmiah masih didominasi jurnal nasional dan keterlibatan akademik global masih terbatas,” ujarnya.
Penurunan minat masyarakat melanjutkan studi ke perguruan tinggi menjadi sinyal kuat perlunya peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing institusi. Rosihon mendorong dosen untuk lebih aktif menulis dan membangun jejaring akademik di tingkat nasional maupun internasional.
Selain itu, tantangan digitalisasi dan disrupsi teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), dinilai tidak bisa dihindari. Perguruan tinggi, menurut Rektor, perlu memiliki panduan yang jelas dalam pemanfaatan AI agar adaptif terhadap perubahan tanpa kehilangan nilai dan identitas keilmuan.
Ia juga menyoroti persoalan dikotomi ilmu agama dan sains yang belum sepenuhnya teratasi. “Kita harus mulai serius bicara soal ekoteologi, bioetika, hingga etika AI (AI Ethics). Jika tidak, lulusan PTA akan sulit bersaing di pasar global,” tegasnya.
Selain itu, Rektor menekankan pentingnya kemandirian ekonomi kampus melalui konsep entrepreneurial university, mengingat ketergantungan pada APBN dinilai tidak lagi cukup untuk menopang inovasi dan riset berskala besar. “Pertanyaan fundamental bagi kita semua adalah: apakah PTA hanya akan menjadi penjaga tradisi klasik, atau menjadi aktor strategis peradaban masa depan?” pungkasnya.
Raker FEBI 2026 diikuti oleh jajaran pimpinan fakultas, ketua dan sekretaris jurusan dari lima program studi strategi Manajemen, Manajemen Keuangan Syariah, Ekonomi Syariah, Akuntansi Syariah, dan Manajemen Industri Halalserta unsur masyarakat.
Kegiatan ini juga didukung oleh 18 sponsor dari berbagai sektor, termasuk perbankan, lembaga ekonomi, UMKM, dan Ikatan Keluarga Alumni UIN Bandung. Selain menjadi forum penyusunan program kerja, Raker ini juga menekankan penguatan aspek emosional dan kekeluargaan di lingkungan FEBI. Dua tujuan utama yang ingin dicapai adalah mempererat silaturahmi internal serta merumuskan program kerja yang inovatif, terukur, dan realistis.
Melalui tema “Excellent Impact”, FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung berharap setiap kebijakan dan program yang dihasilkan tidak berhenti di atas kertas, tetapi mampu menghadirkan dampak nyata bagi mahasiswa, institusi, dan masyarakat luas.






