
PONTIANAK, KabarKampus – Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) terus menunjukkan peran aktifnya dalam menjawab tantangan sosial dan pendidikan. Mulai dari keterlibatan dalam isu lingkungan hingga perjuangan menempuh pendidikan tinggi di tengah kesibukan bekerja, mahasiswa UBSI membuktikan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas diri.
Salah satunya ditunjukkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UBSI kampus Pontianak yang turut ambil bagian dalam kegiatan Sosialisasi dan Workshop bertajuk “Let’s Make the Environment Clean!”. Kegiatan ini digelar di Aula Disporapar Provinsi Kalimantan Barat, Jalan Letjen Sutoyo No. 17, Kota Pontianak, Jumat (30/1).
Workshop tersebut secara khusus membahas penyebab banjir di kawasan padat penduduk serta pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara berkelanjutan. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Asnan Fauzi Irvanto dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat serta Yuyun N Khairillah dari ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat. Workshop dipandu oleh Alima Diennur Yahya, delegasi Australia–Indonesia Youth Exchange Program 2024, yang bertindak sebagai Head of Project.
Dalam pemaparannya, Asnan Fauzi Irvanto menekankan keterkaitan erat antara pengelolaan sampah rumah tangga dan risiko banjir di wilayah perkotaan.“Banjir di kawasan padat penduduk tidak lepas dari kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah. Jika pengelolaannya dilakukan dengan benar, dampaknya akan sangat membantu mengurangi potensi banjir,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Melalui sesi diskusi interaktif, peserta dari berbagai perguruan tinggi memperoleh pemahaman mengenai faktor penyebab banjir serta langkah-langkah praktis dalam menerapkan pengelolaan limbah rumah tangga yang ramah lingkungan.
BEM UBSI kampus Pontianak diwakili oleh Ramliadi dan Irfan Abdurrahman. Keduanya menilai kegiatan tersebut memberi perspektif baru bagi mahasiswa dalam melihat persoalan lingkungan. “Kegiatan ini sangat membuka wawasan kami sebagai mahasiswa tentang pentingnya peran pemuda dalam menjaga lingkungan, khususnya dalam pengelolaan limbah rumah tangga yang selama ini sering dianggap sepele,” ujar Ramliadi.
Senada dengan itu, Irfan Abdurrahman menegaskan bahwa banjir bukan semata persoalan alam. “Melalui workshop ini, kami memahami bahwa banjir tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga perilaku manusia. Edukasi seperti ini penting untuk terus disebarluaskan kepada mahasiswa dan masyarakat,” katanya.
Partisipasi BEM UBSI kampus Pontianak sejalan dengan komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif yang mendorong mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Komitmen UBSI dalam mendukung pengembangan mahasiswa juga tercermin melalui kisah Juandri Arsyadil Afkar, mahasiswa semester empat Program Studi Akuntansi UBSI kampus Karawang yang juga bekerja sebagai Operator CBU di PT Honda Prospect Motor. Di tengah tuntutan kerja industri manufaktur yang ketat, Juandri tetap konsisten melanjutkan perkuliahan melalui kelas malam sebagai strategi meningkatkan kompetensi dan masa depan karier.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






