More

    Mahasiswa UBSI Dorong Kepedulian Lingkungan dan Pendidikan Berkelanjutan di Tengah Tantangan Zaman

    Keputusan menjalani kuliah sambil bekerja telah ia tetapkan sejak awal masa studi. Bagi Juandri, menjaga keberlanjutan karier dan memperkuat fondasi akademik merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan. Pengalamannya merepresentasikan realitas banyak pekerja muda di kawasan industri Karawang yang berupaya menyeimbangkan dunia kerja dan pendidikan tinggi.

    Sebelum memilih UBSI, Juandri mengaku melakukan riset dan perbandingan dengan sejumlah perguruan tinggi di wilayah Karawang dan Cikampek. Ketersediaan Program Studi Akuntansi dengan kelas malam menjadi pertimbangan utama, disertai faktor biaya dan kualitas pendidikan.

    “Jujur kenapa harus UBSI, karena waktu itu cuma di UBSI yang ada jurusan akuntansi dan menyediakan kelas malam. Selain itu setelah riset dan bandingin dengan kampus lain, biaya perkuliahannya lebih murah dan kualitasnya enggak kalah,” ujar Juandri dalam keterangan rilis di Karawang.

    - Advertisement -

    Menjalani dua peran sekaligus bukan tanpa tantangan. Juandri mengakui kelelahan kerap muncul, terutama saat tenggat tugas kuliah beriringan dengan jadwal kerja shift. Manajemen waktu menjadi kunci utama agar keduanya tetap berjalan seimbang. “Capek itu manusiawi, apalagi kalau tugas dari beberapa mata kuliah deadline-nya barengan. Kadang harus ngurangin waktu tidur supaya tugas aman dan besoknya tetap bisa kerja seperti biasa,” katanya.

    Sistem perkuliahan kelas malam di UBSI kampus Karawang dinilai sangat membantu, termasuk adanya mekanisme AJM yang memungkinkan mahasiswa kelas malam mengikuti perkuliahan kelas pagi melalui prosedur akademik tertentu. “Buat saya ngebantu banget, karena kerja saya dua shift. Kalau lagi enggak bisa masuk kelas malam, ada sistem AJM yang bikin tetap bisa ikut perkuliahan. Itu solusi yang realistis buat pekerja,” tuturnya.

    Meski pekerjaannya tidak berkaitan langsung dengan bidang Akuntansi, pengalaman kerja justru membentuk pola pikir dan kedisiplinan yang menunjang proses belajar. “Kalau secara langsung enggak ada hubungannya, tapi dari cara berpikir dan kebiasaan kerja yang harus teliti, itu ngebantu pas kuliah Akuntansi,” jelasnya.

    Di akhir perbincangan, Juandri berpesan kepada para pekerja yang ingin melanjutkan pendidikan melalui kelas karyawan agar memiliki kesiapan mental dan tujuan jangka panjang yang jelas. “Harus siap capek dan kurang tidur. Tapi ingat, tujuan kita adalah uang dan pendidikan yang terbaik. Capek itu normal, tapi semua perjuangan ini pasti ada hasilnya. Tidak ada kata terlambat untuk memulai,” ucapnya.

    Kisah keterlibatan mahasiswa UBSI dalam isu lingkungan serta perjuangan menempuh pendidikan di tengah kesibukan kerja menjadi gambaran peran kampus dalam mencetak generasi yang adaptif, peduli, dan berdaya saing. UBSI terus membuka akses pendidikan tinggi melalui sistem kelas malam dan kelas karyawan yang fleksibel. Informasi pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi PMB UBSI di https://pmbubsi.id/pmb

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here