More

    Narasi Hamas (4): Jalannya Perang di Gaza

    Narasi Hamas terkait “Banjir Al-Aqsa: Dua Tahun Keteguhan dan Semangat untuk Pembebasan” ini dipublikasikan oleh Kantor Media Hamas dalam bentuk PDF bulan Desember 2025, Jumaidil Akhir 1447 H. Terdiri dari 8 Bab. Kabar Kampus menerbitkan edisi terjemahannya secara bertahap per bab sebagai bagian informasi publik untuk memahami situasi kongrit di Palestina sekaligus sebagai refleksi dua tahun genosida di bumi Palestina. Selamat membaca!

    1. Perang Genosida

    Perang yang dilancarkan oleh entitas Israel terhadap Jalur Gaza ditandai dengan kebrutalan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dalam upaya putus asa untuk memulihkan citra pencegahan dan prestise yang hilang setelah 7 Oktober. Tujuan sebenarnya bukanlah untuk membebaskan tahanan Israel; sebaliknya, tujuannya adalah untuk melakukan pembantaian massal sebanyak mungkin terhadap warga sipil, menghancurkan rumah, sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, dan infrastruktur, serta menyebabkan kelaparan dan pengungsian massal terhadap penduduk Gaza. Ini adalah genosida pertama yang disiarkan langsung, dengan kekejamannya didokumentasikan dalam suara dan gambar untuk disaksikan seluruh dunia, dari saat ke saat.

    2. Pola Pikir Eliminasionis

    - Advertisement -

    Sepanjang perang ini, kepemimpinan politik dan militer entitas Israel mengikuti pola pikir eliminasi yang tidak hanya menolak hak-hak politik Palestina tetapi juga kemanusiaan dasar mereka. Pernyataan publik para pemimpin dan pejabat Israel secara terang-terangan melegitimasi penghancuran Jalur Gaza dan pembunuhan penduduknya, termasuk Menteri Pertahanan saat itu, Yoav Gallant, yang menggambarkan penduduk Gaza sebagai “binatang buas”. Banyak kelompok internasional mendokumentasikan kejahatan entitas Israel terhadap anak-anak, perempuan, dan orang tua; serta menargetkan para pengungsi di tempat penampungan mereka, pasien di rumah sakit, tim medis, dan antrean warga sipil di luar pusat bantuan dan pertolongan.

    3. Kerugian dan Korban Jiwa Selama Dua Tahun

    Para Martir dan yang Terluka

    Hingga awal Oktober 2025, lebih dari 67.100 orang yang jenazahnya sampai di rumah sakit ternyata tewas, termasuk hampir 20.000 anak-anak dan 12.500 wanita. Selain itu, ada sekitar 9.500 lainnya yang masih berada di bawah reruntuhan atau dinyatakan hilang.

    Jumlah terluka mencapai 169.500

    Kerusakan Perkotaan

    95% sekolah-sekolah di Jalur Gaza mengalami kerusakan material yang sangat parah; sebagian besar rumah sakit dan pusat kesehatan, masjid dan tempat ibadah hancur. Serangan udara menargetkan hampir semua tempat penampungan pengungsi, mengubahnya menjadi kuburan massal. Kira-kira 268.000 unit perumahan hancur total, dan lainnya 153.000 hancur sebagian.

    Kelaparan dan Pengepungan

    Sebagian besar penduduk Gaza menderita kelaparan akibat pengepungan dan pencegahan pasokan makanan pokok. Entitas Israel menggunakan apa yang dapat digambarkan sebagai “rekayasa kelaparan” untuk menundukkan penduduk melalui perampasan kolektif makanan, air, dan obat-obatan—suatu kejahatan hukuman kolektif dan genosida yang didefinisikan berdasarkan hukum internasional. 540 pekerja bantuan beberapa di antaranya tewas saat menjalankan tugasnya, dan 2.605 warga sipil mereka tewas saat mencari bantuan di tempat yang disebut sebagai “jebakan maut,” yaitu orang-orang yang mengantre untuk menerima bantuan dari bantuan Amerika-Israel. Pusat-pusat distribusi dibombardir dan terkena serangan langsung.

    4. Perang Melawan Kebenaran

    Entitas Israel menargetkan kebenaran itu sendiri dengan membunuh jurnalis dan mencegah akses media. Selama perang, 254 jurnalis dan pekerja media tewas—jumlah yang melebihi total korban tewas dalam Perang Dunia I, Perang Dunia II, Vietnam, Yugoslavia, Afghanistan, dan Ukraina jika digabungkan. Entitas Israel juga mencegah media asing memasuki Jalur Gaza, dalam upaya untuk mengaburkan bukti kejahatannya dan untuk membungkam/membunuh suara-suara lokal yang mendokumentasikan kejahatan-kejahatan tersebut.

    5. Tahanan dan Mayat

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here