
Narasi Hamas terkait “Banjir Al-Aqsa: Dua Tahun Keteguhan dan Semangat untuk Pembebasan” ini dipublikasikan oleh Kantor Media Hamas dalam bentuk PDF bulan Desember 2025, Jumaidil Akhir 1447 H.
Narasi Hamas ini terdiri dari 8 BAB, sebagai berikut:
Pendahuluan
– Bab Satu: Motivasi dan Konteks Banjir Al Aqsa
– Bab Dua: Banjir Al-Aqsa – Hari Penyeberangan yang Mulia (7 Oktober 2023)
– Bab Tiga: Investigasi terhadapSerangan 7 Oktober – Ya untuk Mengungkap Kebenaran
– Bab Empat: Jalannya Perang di Gaza
– Bab Lima: Upaya Hamas untukHentikan Perang dan Rencana Trump
– Bab Enam: Yang Paling MenonjolPencapaian Banjir Al-Aqsa
– Bab Tujuh: Hamas Tidak Dapat Diisolasi
– Bab Delapan: Prioritas Tahap Saat Ini
Dalam Beberapa Kata
Kabar Kampus akan menerbitkan edisi terjemahannya secara bertahap per bab sebagai bagian informasi publik untuk memahami situasi konkret di Palestina sekaligus sebagai refleksi dua tahun genosida di bumi Palestina. Selamat membaca!
Bismillahirrahmanirrahim
PENDAHULUAN
Selama lebih dari dua tahun yang mengerikan, rakyat Palestina kita telah menempa sebuah kisah keteguhan dan ketahanan dalam menghadapi kampanye militer paling ganas yang bertujuan untuk menghancurkan kemauan mereka, membongkar persatuan mereka, dan memaksa mereka untuk menyerah. Mereka tetap teguh pada identitas perlawanan mereka hingga baris-baris terakhir dari kisah epik ini ditulis.
Dua tahun ini merupakan masa pendudukan Israel yang melakukan pembantaian massal dan genosida paling kejam yang pernah disaksikan umat manusia, melancarkan salah satu perang pemusnahan paling brutal yang dikenal di era modern, yang dilakukan dalam kerangka ideologi kolonial pemukim berdarah yang telah berlangsung sejak Nakba tahun 1948. Ini bukan sekadar reaksi sementara, tetapi perwujudan dari tujuan inti proyek kriminal tersebut: untuk menyangkal keberadaan Palestina, melalui pengusiran, kelaparan, dan penghancuran brutal rumah, rumah sakit, sekolah, masjid, dan gereja di seluruh Jalur Gaza.
Perang Gaza menunjukkan persamaan yang mencolok: semakin intens agresi, semakin kohesif dan teguh rakyat Palestina dalam perjuangan mereka untuk kebebasan. Setelah dua tahun genosida berakhir, rakyat Palestina muncul dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam kemampuan mereka untuk bertahan hidup, sementara entitas Israel muncul dengan beban kekalahan psikologis dan kehilangan daya jera. Narasi mereka telah runtuh, dan mereka mulai berubah menjadi entitas yang terisolasi dan terkucilkan.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>







Kebiadaban entitas yang bukan manusia sudah melampaui batas ,dan mereka tidak akan memenangkan apapun,walaupun Hamas berdiri dgn sedikit dukungan dari dunia, Pasti Hamas Menang dan akan Memerdekakan Palestina,Gaza…Hamas lebih Bermartabat dan Terhormat,zionis maling ,perampok n penjajah akan musnah dengan pertolongan Tuhan
Masyarakat dunia butuh belajar dari sikap konsisten rakyat Palestina, semangat perjuangan mereka yang senantiasa membara tak kenal kata padam. Hidup hanya menawarkan dua pilihan, berjuang mempertahankan kebebasan atau berdamai dengan penjahat kemanusiaan yang merobek-robek nilai kebebasan manusia. Tidak ada pilihan abstein dalam hidup, sebab diam adalah keberpihakan pada kezaliman itu.
Dua tahun genosida justru menyingkap kebenaran, kekuatan senjata tak pernah mampu mengalahkan keteguhan identitas. Gaza hancur secara fisik, tapi Palestina menang secara moral dan sejarah.
Kemerdekaan suatu bangsa…ditentukan oleh kehendak rakyatnya…atas Ridha Allah SWT..
Dan banjir al_aqsha adalah pondasi awal untuk di lanjutkan_DAN ✋
Palestina memang pantas di sebut negri para nabi, karena keteguhan, kesabaran dan konsisten dalam memperjuangkan kebenaran, dan operasi banjir Al Aqsha adalah pembuka tabir kebiadaban zionis dan sekutunya
Hamas dan palestina pasti menang dan merdeka, walaupun musuh melakukan segala tipu daya nya, hidup Hamas, merdeka palestina. Hidup semua negara negara yang berjuang demi kemerdekaan dan kebenaran
Respek utk Bu Dr Dina dkk yang tidak kenal lelah menyuarakan terus perjuangan Bangsa Palestina ,sekali lagi Bangsa Palestina, bukan sosok Pemerintahan Boneka Palestina khususnya warga Gaza yang sampai saat ini dalam kondisi ditindas dan masuk program Killing Zonenya Pemerintahan Barbar Amerika,Zionis Israel dan kaum munafikin yang mengklaim sebagai negara negara islam( huruf kecil).
Ijin bila berkenan Bu Dr Dina dkk merilis juga sosok Pemerintahan Boneka Palestina(PBB) agar khalayak bisa memilah akan dua entitas di atas,antara Para Pejuang Palestina(PPP) dengan Pemerintahan Boneka Palestina..
Kemerdekaan suatu bangsa ditentukan oleh kehendak rakyatnya,bukan oleh penguasa ….kehendak rakyat Palestina untuk merdeka tdk bergeser walau bermandikan darah dan air mata….
#Merdeka Palestina