
7 Oktober 2023, bukanlah peristiwa mendadak; itu adalah babak lain dalam perjuangan berkelanjutan melawan pendudukan Israel. Operasi Banjir Al-Aqsa bukanlah kenangan yang berlalu begitu saja, melainkan fondasi dari sebuah tahapan bersejarah dan penting dalam perjalanan perjuangan kita—tahapan di mana narasi Zionis terbongkar di benteng-bentengnya sendiri di seluruh dunia. Sifat sejati musuh ini terungkap di hadapan seluruh umat manusia, ia diadili di pengadilan internasional, kekalahannya terbukti mungkin, dan Palestina maju dalam pertempuran global untuk kesadaran, menandai perubahan dalam lingkungan yang tidak adil yang memungkinkan entitas ini tumbuh melalui pengkhianatan dan agresi.
Selama dua tahun, rakyat Palestina menunjukkan kualitas kemanusiaan terbaik: iman, pengorbanan, keteguhan, ketekunan, kebanggaan, dan martabat. Hari ini, rakyat kita berdiri di persimpangan jalan untuk mengakhiri perang yang tidak adil di Jalur Gaza, untuk menyembuhkan luka mereka dan memperbesar buah dari ketahanan mereka. Setelah mengguncang masyarakat Zionis di Palestina yang diduduki hingga ke intinya, menjerumuskannya ke dalam krisis militer, keamanan, ekonomi, politik, dan moral, dunia telah memahami sifat kriminal dan brutal sebenarnya dari pendudukan ini.
Kami tidak akan melupakan darah anak-anak kami, perempuan, orang tua, dan orang sakit, maupun penderitaan para tahanan kami yang mengalami bentuk penyiksaan paling berat. Penghancuran menyeluruh tidak akan membuat kami melupakan kota-kota kami, lingkungan kami, dan kamp-kamp pengungsi; rumah-rumah kami, masjid-masjid kami, gereja-gereja kami, sekolah-sekolah kami, rumah sakit-rumah kami, kebun-kebun kami, atau pantai-pantai kami yang bergemuruh; maupun batu nisan orang-orang terkasih kami yang telah diratakan dengan buldoser. Tidak ada yang dapat menghapus ingatan kami atau identitas impian kami, yang berakar dalam di tanah ini yang merupakan hak dan keistimewaan kami.
Agresi gila ini telah mengungkap entitas yang bukan bagian dari umat manusia dan tidak mengenal arti perdamaian. Ini adalah entitas rasis, biadab, dan pemberontak, yang didukung oleh negara-negara yang penuh tipu daya dan penindasan yang menipu dunia dengan slogan-slogan perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan, sementara mereka sendiri menjadi mitra langsung dalam kejahatan tersebut.
Ini adalah pengorbanan besar dari bangsa yang hebat. Selama lebih dari 77 tahun, pendudukan hanya meningkatkan tekad rakyat Palestina untuk melanjutkan perjuangan mereka merebut kembali tanah dan tempat-tempat suci mereka. Pengkhianatan, pengepungan yang mengerikan, dan kelambatan tindakan regional dan internasional dalam menghadapi pendudukan hanya memperkuat iman mereka kepada Tuhan dan tekad mereka untuk melanjutkan jalan pembebasan dan kepulangan.
Operasi Banjir Al-Aqsa telah membuktikan bahwa rakyat kita tidak dapat dimusnahkan, aksi mereka tidak akan berhenti, dan revolusi mereka tidak akan dibungkam. Operasi ini telah mengungkapkan masyarakat yang sangat tangguh dan para pejuang kemerdekaan yang gagah berani, yang tidak peduli dengan kekejaman penjajah. Gelombang perlawanan kita yang menjulang tinggi ini—yang telah berlangsung selama 77 tahun—tidak melihat apa pun di cakrawala selain pembebasan, kepulangan, dan Yerusalem, dengan tekad yang teguh, keteguhan yang tak tergoyahkan, dan keyakinan akan kemenangan Tuhan dan pemberdayaan para Mujahidin (pejuang kemerdekaan) yang berjuang. Proyek Zionis telah gagal memahami hakikat rakyat Palestina, identitas Arab dan Islam mereka, akar sejarah mereka yang dalam, peradaban dan kedalaman kemanusiaan mereka. Proyek ini belum menyadari bahwa nasibnya akan seperti setiap gelombang invasi yang telah menargetkan tanah suci kita yang diberkati sepanjang sejarah: mereka akan diusir dari tanah ini atau terkubur di dalamnya.






