Sebagai langkah awal, Pemprov Jawa Barat bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik penanggulangan kemiskinan. Sebanyak 3.000 mahasiswa Unpad akan diterjunkan, dengan fokus utama di Kabupaten Indramayu.
Indramayu dipilih karena merupakan daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Barat. “Kami sudah sepakat dengan Pak Rektor Unpad ya. Pak Gubernur sudah sepakat dan kami kawal langsung ada 3.000 mahasiswa yang akan kita turunkan KKN dan kita akan konsentrasi di Indramayu,” jelas Herman.
Dari total mahasiswa yang terlibat, sekitar 2.400 orang akan ditempatkan langsung di wilayah tersebut. Program ini dijalankan tanpa menggunakan anggaran APBD, mengandalkan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor. “Ya kita akan gotong-royong di sana dan tidak ada APBD. Kita akan apa kolaborasi dengan 3.000 mahasiswa, 2.400-nya diturunkan di Indramayu. Kita fokus ya penanggulangan kemiskinan. Jadi tematik penanggulangan kemiskinan,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan bekerja sama dengan Pemprov Jabar dan Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk mendorong peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus menekan beban pengeluaran warga miskin. “Bagaimana mahasiswa nanti dengan kami-kami ini ya dengan Pemda Provinsi dan Pemda Kabupaten Indramayu kolaborasi untuk sama-sama mendorong peningkatan pendapatan masyarakat miskin ya, mendorong pengurangan beban ya pengeluaran masyarakat miskin,” kata Herman.
Pemprov Jabar juga membuka peluang kerja sama serupa dengan ratusan perguruan tinggi lain di wilayah Jawa Barat, baik negeri maupun swasta, dengan memaksimalkan peran tridharma perguruan tinggi. “Ada 300 perguruan tinggi di Jawa Barat. Berarti kan ada ratusan ribu. Mungkin jutaan mahasiswa. Ya, baik itu pengabdian masyarakatnya KKN termasuk penelitiannya dan yang tidak kalah penting pendidikan pelatihan,” ujarnya.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






