Oleh: Adipatra Kenaro Wicaksana

Awal tahun kerap dimaknai sebagai ruang muhasabah, saat manusia menata ulang niat, memperbarui tekad, dan menguatkan komitmen untuk menghadirkan kebermanfaatan. Dalam semangat itulah Sedekah Beras | FKM UMJ Peduli hadir sebagai ikhtiar dakwah sosial yang diwujudkan melalui aksi nyata, bukan sekadar wacana.
Program Sedekah Jumat ini diinisiasi oleh Ikatan Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (IKALUM FKM UMJ) sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai Muhammadiyah. Gerakan ini berpijak pada kesadaran bahwa dakwah tidak hanya disampaikan melalui mimbar, tetapi juga diwujudkan dalam kerja-kerja sosial yang menyentuh kebutuhan dasar umat.
Melalui pemberian beras, Sedekah Beras | FKM UMJ Peduli menyasar kelompok masyarakat rentan yang kerap luput dari perhatian. Buruh harian, lansia, pemulung, serta keluarga prasejahtera menjadi penerima manfaat utama dari program yang dijalankan secara konsisten ini. Ikhtiar tersebut sejalan dengan spirit Al-Ma’un, yang menegaskan pentingnya keberpihakan terhadap kaum dhuafa dan mustadh’afin.
Setiap hari Jumat, para relawan turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyalurkan bantuan. Kehadiran mereka tidak hanya membawa kebutuhan pangan, tetapi juga menyapa, mendengarkan, dan membangun relasi kemanusiaan yang setara.
Pendekatan ini mencerminkan nilai dakwah Muhammadiyah yang mengedepankan adab, empati, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Seiring waktu, gerakan Sedekah Beras tidak hanya berpusat di satu wilayah.
Penyaluran bantuan dilakukan oleh para relawan dan jaringan alumni FKM UMJ di berbagai daerah, mulai dari Pulau Jawa hingga Sumatra, dengan Lampung sebagai salah satu wilayah yang turut menjadi sasaran penyaluran. Jangkauan lintas wilayah ini menunjukkan bahwa semangat dakwah sosial Muhammadiyah terus bergerak dan hidup di tengah umat, melampaui batas geografis.
Bagi para penggeraknya, Sedekah Beras bukan semata kegiatan filantropi, melainkan wujud dakwah bil hal dakwah melalui perbuatan nyata. Bantuan yang disalurkan menjadi sarana untuk menumbuhkan solidaritas sosial, memperkuat rasa persaudaraan, serta menghadirkan Islam yang berkemajuan dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






