
BANDUNG, KabarKampus – UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam inovasi dan riset, tetapi juga hadir secara nyata di tengah masyarakat. Di satu sisi, kampus berhasil mencatatkan capaian membanggakan dengan mengantongi 25 paten terdaftar pada Senin (26/1) lalu.
Di sisi lain, UIN SGD Bandung turut mengajak sivitas akademika untuk menunjukkan solidaritas terhadap saudara-saudara yang terdampak musibah di wilayah Cisarua. Musibah yang menimpa masyarakat Cisarua menjadi duka bersama. Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengajak seluruh keluarga besar kampus untuk bergerak, saling menguatkan, serta hadir membantu mereka yang terdampak.
Setiap bentuk kepedulian, sekecil apa pun, diharapkan dapat menjadi harapan besar bagi para korban. Bantuan kemanusiaan dapat disalurkan melalui rekening resmi Donasi UIN SGD Peduli di Bank BJBS dengan nomor rekening 5170201333333. UIN SGD Bandung berharap langkah kolektif ini menjadi ikhtiar bersama yang diberkahi dan diridai Allah SWT.
Di tengah kepedulian sosial tersebut, UIN Sunan Gunung Djati Bandung juga menorehkan prestasi akademik yang signifikan. Kampus berhasil mencatatkan 25 paten terdaftar, sebuah pencapaian yang memperkuat posisinya sebagai salah satu motor inovasi di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Capaian ini menjadi bukti nyata keseriusan UIN SGD Bandung dalam membangun ekosistem riset yang produktif dan berorientasi pada hilirisasi. Riset yang dihasilkan tidak hanya berhenti pada ranah akademik, tetapi diarahkan agar mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta memiliki nilai strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen dan peneliti yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut. “Alhamdulillah, raihan 25 paten ini adalah anugerah sekaligus buah manis dari dedikasi para dosen dan peneliti. Hal ini membuktikan bahwa riset di lingkungan PTKIN memiliki kualitas yang mumpuni, aplikatif, serta mampu menghadirkan solusi nyata yang bermanfaat bagi khalayak luas,” tutur Prof. Rosihon, seperti dikutip dari website UIN SGD.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada penguatan reputasi institusi di tingkat nasional, tetapi juga menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing publikasi ilmiah. Ia menegaskan komitmen UIN SGD Bandung untuk terus menghidupkan budaya inovasi dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.
“Kami berkomitmen untuk terus menghidupkan budaya inovasi. Ke depan, hasil riset harus memiliki daya saing global, namun tetap berlandaskan prinsip rahmatan lil alamin,” tambahnya.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






