Senada dengan itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN SGD Bandung, Dr. Setia Gumilar, M.Si., didampingi Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan, Prof. Dr. H. Deni Miharja, M.Ag., menegaskan bahwa perolehan paten merupakan indikator penting atas relevansi dan kebermanfaatan riset perguruan tinggi.
LP2M secara konsisten mendorong para dosen dan peneliti agar luaran riset tidak hanya berhenti pada laporan akademik, tetapi juga dipublikasikan di jurnal bereputasi internasional serta dilindungi melalui skema Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Sebanyak 25 inovasi yang berhasil dipatenkan mencakup berbagai bidang keilmuan, mulai dari sains dan teknologi, pendidikan, pangan, hingga rekayasa lingkungan. Inovasi-inovasi tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi kontribusi nyata UIN SGD Bandung dalam pembangunan berkelanjutan.
Melalui penguatan ekosistem riset, pendampingan kekayaan intelektual, serta dorongan publikasi ilmiah berstandar internasional, UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus meneguhkan dirinya sebagai kampus yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.
Di saat yang sama, kampus juga menegaskan peran sosialnya sebagai institusi yang hadir, peduli, dan bergerak bersama masyarakat.”Semoga Allah melindungi, memberikan kekuatan dan kelancaran serta memberkahi langkah semua. Aamiin Ya Robbal ‘Alamiin,” tulis dari website tersebut.






