More

    UNIKU Memulai Babak Baru Kepemimpinan Sejalan dengan Kampus Berdampak

    Estafet Kepemimpinan dan Nilai Integritas

    Sementara itu, dalam pidato perpisahannya, Prof. Dr. Dikdik Harjadi menyampaikan refleksi mendalam mengenai makna kepemimpinan di perguruan tinggi. Ia menekankan bahwa jabatan rektor bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang mengandung tanggung jawab moral dan spiritual.

    Prof. Dikdik juga mengapresiasi kontribusi seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang telah berperan aktif membangun UNIKU selama masa kepemimpinannya. “Jabatan ini bukan simbol kehormatan, tetapi amanah yang kelak harus dipertanggungjawabkan. Setiap kebijakan dan keputusan akan dimintai pertanggungjawaban,” katanya.

    - Advertisement -

    Ia menegaskan bahwa capaian institusi merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika. Menutup sambutannya, Prof. Dikdik menitipkan pesan agar kepemimpinan UNIKU ke depan tetap menjunjung tinggi nilai integritas, kepedulian, dan keberlanjutan.

    Momentum perubahan di UNIKU sejalan dengan kebijakan nasional yang tengah digulirkan pemerintah. Pada hari yang sama, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melaksanakan Penandatanganan Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026, sebagai langkah strategis menyatukan arah pengelolaan pendidikan tinggi menuju Indonesia Emas 2045.

    Penandatanganan kontrak kinerja dilakukan oleh pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto. Skema kontrak disesuaikan dengan karakteristik masing-masing institusi, baik PTN maupun PTS, guna memastikan tata kelola yang akuntabel dan berorientasi pada capaian kinerja terukur.

    Menteri Brian menegaskan bahwa kontrak kinerja bukan sekadar dokumen administratif, melainkan panduan bersama agar seluruh perguruan tinggi bergerak dalam satu irama pembangunan nasional. “Kita punya peran masing-masing untuk berjuang lebih keras lagi dalam melahirkan terobosan baru, membangkitkan industri maju, dan melakukan hilirisasi penelitian. Dengan kebersamaan, kita bisa membentuk satu orkestra nasional yang saling mengisi dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegas Menteri Brian.

    Dalam arahannya, Mendiktisaintek menekankan bahwa Indonesia memiliki kekuatan strategis besar melalui sumber daya manusia di lingkungan kampus. Potensi tersebut harus dikelola secara konsisten dan berintegritas untuk melahirkan SDM unggul, riset berkualitas, serta hilirisasi inovasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

    “Indonesia memiliki lebih dari 4.400 perguruan tinggi, lebih dari 300.000 dosen, dan hampir 10 juta mahasiswa. Dampak ekonomi, sosial, dan terhadap lingkungannya besar selama prosesnya. Kami berharap akan dapat terus diperbesar dan memberikan multiplier effect,” ujar Menteri Brian.

    Sebagai bagian dari penguatan riset, Kemdiktisaintek juga mendorong skema pendanaan penelitian yang lebih berkeadilan, termasuk kebijakan honorarium peneliti hingga maksimal 25 persen dari dana hibah penelitian APBN. Pemerintah berharap riset yang dilakukan kampus mampu menjawab persoalan nyata dan berkontribusi pada kebangkitan industri berbasis sains dan teknologi.

    Penandatanganan kontrak kinerja dilakukan secara simbolis oleh perwakilan berbagai kategori perguruan tinggi, mulai dari PTN Badan Hukum, BLU, Satker, hingga PTS. Kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi berbagi praktik baik yang membahas strategi peningkatan kesejahteraan dosen serta pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.

    Melalui kebijakan ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk mengawal transformasi pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berdampak. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan mitra industri diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan kampus berdampak sebagai penggerak utama pembangunan nasional.

    Bagi UNIKU, babak baru kepemimpinan ini menjadi peluang strategis untuk menyelaraskan visi institusi dengan arah kebijakan nasional, sekaligus mempertegas peran kampus sebagai pusat pengembangan ilmu, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. 

    Dengan semangat kampus berdampak, UNIKU diharapkan mampu berkontribusi nyata bagi daerah, bangsa, dan masa depan Indonesia.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here