More

    Al Jazeera Ungkap Dugaan Israel Gunakan Senjata Termobarik di Gaza

    Serangan Israel di Gaza (31/1/2026). (Foto: AFP/BASHAR TALEB via Detik)

    GAZA, KabarKampus – Konflik yang terus berlangsung di Jalur Gaza kembali menghadirkan potret paling kelam dari peperangan modern. Sebuah investigasi mendalam yang dilakukan Al Jazeera, bekerja sama dengan laporan Pertahanan Sipil Gaza, mengungkap temuan mengerikan terkait hilangnya ribuan warga Palestina tanpa jejak sejak Oktober 2023. 

    Dugaan penggunaan senjata termal dan termobarik yang kerap disebut sebagai bom vakum atau aerosol menjadi sorotan utama dalam laporan tersebut. Menurut hasil penelusuran tim investigasi, setidaknya 2.842 kasus dilaporkan sebagai hilangnya jasad korban. 

    Dalam banyak lokasi serangan, tim penyelamat hanya menemukan percikan darah atau serpihan kecil jaringan manusia. Fenomena ini diduga berkaitan dengan efek penghancuran ekstrem dari amunisi termobarik. Secara teknis, senjata termobarik bekerja dengan menyebarkan aerosol bahan bakar yang kemudian dinyalakan untuk menghasilkan gelombang tekanan sangat kuat dan suhu luar biasa tinggi. 

    - Advertisement -

    Senjata jenis ini dikenal efektif menghancurkan struktur tertutup seperti bunker atau bangunan, tetapi memiliki dampak sangat merusak terhadap tubuh manusia. Paparan panas dan tekanan ekstrem dapat menyebabkan jaringan biologis hancur dalam hitungan detik.

    Mayor Mahmoud Basal, juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, menjelaskan bagaimana timnya mendokumentasikan kasus-kasus tersebut. “Jika sebuah keluarga melaporkan ada lima orang di dalam rumah, tetapi kami hanya menemukan tiga jasad utuh, maka dua lainnya diklasifikasikan sebagai menguap,” jelasnya.

    “Setelah pencarian menyeluruh, kami hanya menemukan jejak biologis kecil, seperti percikan darah atau fragmen kulit kepala. Ini menunjukkan bahwa tubuh mereka telah hancur total akibat panas yang ekstrem.” sambungnya seperti dikutip dari Al Jazeera.

    Senada dengan itu, Munir al-Bursh, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, menerangkan mekanisme yang terjadi pada tubuh manusia akibat paparan tersebut. “Paparan panas ekstrem dan tekanan dari bom termal dapat menyebabkan cairan tubuh mendidih dan jaringan manusia berubah menjadi abu atau menguap dalam hitungan detik,” katanya. 

    Laporan tersebut tidak hanya menyoroti aspek teknis penggunaan senjata, tetapi juga dampak sosial dan psikologis yang mendalam. “Ini terutama terjadi karena tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air. Panas yang intens mengubah air ini menjadi uap secara instan, yang menyebabkan jaringan tubuh hancur.” ujar Al-Bursh lebih lanjut.

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here