More

    Analisa Rocky Gerung Terkait Teror Ketua BEM UGM

    Tiyo: Kritik Bukan Karena Benci

    Dalam sejumlah kesempatan, Tiyo menegaskan kritik yang ia sampaikan bukan didorong kebencian terhadap Presiden Prabowo. “Jadi pemerintah enggak usah terlalu tegang menghadapi ini. Dan saya kira yang membuat dia (pemerintah) tegang itu justru karena ada pihak lain yang ingin ngomporin supaya si ketua BEM ini ditangkap, ngomporin supaya ketua BEM ini dianiaya sehingga terjadi krisis politik,” tegasnya.

    Ia menyebut sikapnya lahir dari tanggung jawab moral sebagai mahasiswa. “Sebenarnya tidak ada yang membenci Bapak. Kita hanya membenci imajinasi terhadap Indonesia yang harus hancur karena apa yang Bapak lakukan atau mungkin juga Bapak tidak sadar sedang lakukan,” ucapnya.

    - Advertisement -

    Dalam diskusi di kanal YouTube Abraham Samad Speak UP, Tiyo juga menjelaskan maksud pernyataannya yang sempat menuai kontroversi. “Bapak saya kira harus rendah hati untuk belajar. Bapak harus rendah hati untuk sadar. Kerendahan hati itu penting untuk supaya telinganya menjadi terbuka,” katanya.

    Ia menyoroti besarnya anggaran program MBG yang disebut mencapai Rp1,2 triliun per hari, dan mempertanyakan keseimbangan kebijakan tersebut dengan kebutuhan dasar pendidikan. “Kalau kembali ke substansi, yang saya maksud adalah inkompetensi yang laten,” ujarnya.

    Bahkan, ia sempat menggunakan istilah Maling Berkedok Gizi untuk menggambarkan kecurigaannya terhadap potensi penyimpangan anggaran. BEM UGM disebut telah menyurati UNICEF untuk mendorong evaluasi kebijakan yang dinilai berdampak pada pemenuhan hak anak. 

    Selain itu, Tiyo juga mengkritik respons pemerintah terhadap sejumlah isu sosial dan bencana yang dianggap kurang empatik. Sebagai tindak lanjut, Tiyo menantang Presiden Prabowo untuk hadir dalam forum debat terbuka di kampus UGM.

    Meski demikian, ia juga menyampaikan permintaan maaf atas diksi yang dinilai menyinggung, sembari menegaskan bahwa substansi kritik tetap penting sebagai bagian dari kontrol sosial dalam demokrasi. “Silakan datang ke UGM. Kita siapkan forum terbuka. Mahasiswa akan mendebat data yang Bapak yakini,” ujarnya.

    Respons Istana

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here