
SUKABUMI, KabarKampus – Komitmen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dalam menghadirkan pendidikan berkualitas tercermin melalui berbagai program adaptif di sejumlah kampusnya. Mulai dari dukungan bagi mahasiswa pekerja di Karawang hingga pencapaian akreditasi Unggul Program Studi Sistem Informasi di kampus Sukabumi, UBSI terus memperluas akses pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Juandri Arsyadil Afkar, mahasiswa semester 4 Program Studi (Prodi) Akuntansi UBSI kampus Karawang yang juga bekerja sebagai Operator CBU di PT Honda Prospect Motor. Di tengah tuntutan kerja industri manufaktur yang disiplin dan menguras tenaga, Juandri tetap konsisten menjalani perkuliahan kelas malam sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi dan masa depan kariernya.
Keputusan untuk kuliah sambil bekerja telah ia rancang sejak awal. Baginya, pendidikan tinggi menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat posisi profesional sekaligus memperluas peluang karier. Sebelum memilih kampus, Juandri terlebih dahulu melakukan riset dan membandingkan sejumlah perguruan tinggi di wilayah Karawang dan Cikampek.
“Jujur kenapa harus UBSI, karena waktu itu cuma di UBSI yang ada jurusan akuntansi dan menyediakan kelas malam. Selain itu setelah riset dan bandingin dengan kampus lain, biaya perkuliahannya lebih murah dan kualitasnya enggak kalah,” ujar Juandri dalam keterangan rilis, Rabu (11/2).
Menjalani peran ganda sebagai pekerja dan mahasiswa tentu bukan hal mudah. Ia mengakui rasa lelah kerap muncul, terutama saat jadwal kerja shift berbarengan dengan tenggat tugas kuliah. Namun, manajemen waktu menjadi kunci agar keduanya tetap berjalan seimbang.
Menurutnya, sistem kelas malam di UBSI kampus Karawang sangat membantu mahasiswa pekerja. “Capek itu manusiawi, apalagi kalau tugas dari beberapa mata kuliah deadline-nya barengan. Kadang harus ngurangin waktu tidur supaya tugas aman dan besoknya tetap bisa kerja seperti biasa,” katanya.
Adanya mekanisme AJM (Alih Jadwal Mengajar) memungkinkan mahasiswa mengikuti perkuliahan di kelas pagi melalui prosedur akademik tertentu saat jadwal kerja tidak memungkinkan hadir di malam hari. “Buat saya ngebantu banget, karena kerja saya dua shift. Kalau lagi enggak bisa masuk kelas malam, ada sistem AJM yang bikin tetap bisa ikut perkuliahan. Itu solusi yang realistis buat pekerja,” kata dia.
Meski pekerjaannya tidak berkaitan langsung dengan bidang Akuntansi, pengalaman kerja tetap memberi dampak positif terhadap pola pikir dan kebiasaan belajarnya. “Kalau secara langsung enggak ada hubungannya, tapi dari cara berpikir dan kebiasaan kerja yang harus teliti, itu ngebantu pas kuliah Akuntansi,” kata dia.
Di akhir, Juandri berpesan kepada para pekerja yang ingin melanjutkan studi agar memiliki kesiapan mental dan tujuan yang jelas. “Harus siap capek dan kurang tidur. Tapi ingat, tujuan kita adalah uang dan pendidikan yang terbaik. Capek itu normal, tapi semua perjuangan ini pasti ada hasilnya. Tidak ada kata terlambat untuk memulai,” ucapnya.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






