Kolaborasi dengan Filipina dan China
Di saat yang sama, UMY memperkokoh posisinya di peta pendidikan dunia melalui diskusi kerja sama dengan dua universitas luar negeri ternama, yakni Ateneo De Davao University (Filipina) dan University of Nottingham Ningbo China.
Pertemuan yang digelar di Gedung AR. Fachruddin tersebut fokus pada implementasi nyata yang berdampak pada dosen dan mahasiswa. Kepala Subdirektorat Kerja Sama Universitas DKGE UMY, dr. Farindira Vesti Rahmasari, M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa langkah ini merupakan strategi simultan untuk mendongkrak kualitas akademik.
Bersama Ateneo De Davao University, UMY akan melakukan benchmarking mendalam pada aspek keamanan siber, manajemen keuangan, serta strategi kenaikan peringkat global. “UMY tidak hanya memperluas jejaring internasional, tetapi juga memastikan kolaborasi ini berdampak nyata bagi mahasiswa, dosen, serta penguatan tata kelola institusi,” ungkap Farindira.
Sementara dengan University of Nottingham Ningbo China, kerja sama dititikberatkan pada program student mobility, joint research, hingga peluang visiting professor. Kedua inisiatif ini baik edukasi internal di PWM DIY maupun kemitraan global memiliki satu benang merah, yaitu komitmen menjadi institusi pembelajar.
Farindira menambahkan bahwa rencana aksi yang terukur sudah disiapkan, termasuk dimulainya pertukaran mahasiswa pada semester Spring 2026/2027. “Ini momentum kita untuk meletakkan diri sebagai manusia pembelajar. Khusus dalam hal manajemen resiko,” pungkas Farid.
Dengan memperkuat fondasi manajemen di tingkat lokal dan membangun jembatan akademik di tingkat global, UMY optimis dapat terus melahirkan sumber daya manusia yang kompetitif dan adaptif terhadap segala bentuk risiko masa depan.






